Kejahatan Kerah Putih


Pada waktu melangsungkan pembelajaran tentang perilaku menyimpang di kelas X, saya menyebut tentang kejahatan kerah putih (white collar crime), sebagai salah satu contoh atau bentuk perilaku menyimpang yang terkategorikan sebagai kejahatan (kriminal), di samping beberapa fakta lain, seperti organized crime (kejahatan terorganisasi) dan crime without victim (kejahatan tanpa korban). Ketika saya menanyakan hal ini kepada beberapa siswa, tidak satupun siswa yang dapat memberikan jawaban dengan benar. Saya berkesimpulan awal anak-anak murid saya belum mengerti tentang jenis kejahatan ini.

Kejahatan kerah putih  adalah istilah temuan Hazel Croal untuk menyebut berbagai tindak kejahatan di lembaga pemerintahan yang terjadi, baik secara struktural yang melibatkan sekelompok orang maupun secara individu. Hazel Croal mendefinisikan kejahatan kerah putih sebagai penyalahgunaan jabatan yang legitim sebagaimana telah ditetapkan oleh hukum.

Soerjono Soekanto, dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar (1987, halaman 352) menyatakan bahwa kejahatan kerah putih merupakan gejala yang timbul di masyarakat modern yang perlu sekali mendapat perhatian. Kejahatan jenis ini merupakan ekses dari proses perkembangan ekonomi yang terlalu cepat, yang menekankan pada aspek material-finansial belaka.

Pada awalnya, kejahatan kerah putih merupakan kejahatan bisnis (business crime) atau kejahatan ekonomi (economic criminality). Pelakunya adalah para “pengusaha-pengusaha” dan para “penguasa-penguasa” atau pejabat-pejabat publik di dalam menjalankan fungsinya, atau menjalankan perannya sehubungan dengan kedudukan atau jabatannya. Keadaan keuangan dan kekuasaan para pelaku relatif kuat, sehingga memungkinkan mereka untuk melalukan perbuatan-perbuatan yang oleh hukum dan masyarakat umum dikualifikasikan sebagai kejahatan, karena mereka -dengan keuangannya yang kuat- dapat kebal terhadap hukum dan sarana-sarana pengendalian sosial lainnya. Tidak mudah untuk memenjara para pelaku kejahatan kerah putih, karena kelemahan dari para korbannya.

White collar crime dibedakan dari blue collar crime. Jika istilah white collar crime ditujukan bagi aparat dan petinggi negara, blue collar crime dipakai untuk menyebut semua skandal kejahatan yang terjadi di tingkat bawah dengan kualitas dan kuantitas rendah. Namun, kita juga harus tahu, kejahatan di tingkat bawah juga sebuah trickle down effect.

About these ads

One thought on “Kejahatan Kerah Putih

  1. Pingback: Hambalang, Satu dari Beberapa Kejahatan Kerah Putih Lainnya « de' bhora's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s