Kontravensi apa Kontraversi, sih?


Dalam forum pertemuan antara teman-teman MGMP Sosiologi Kota Malang dengan Yogyakarta di SMA Negeri 11, pada Senin, 14 November 2011, ada sebuah pernyataan dari seorang teman dari Malang bahwa yang di buku-buku sosiologi disebut kontravensi itu sebenarnya salah, dan yang benar adalah kontraversi. Menurut beliau penggunaan istilah tersebut di buku-buku dan soal-soal ujian nasional perlu dibetulkan. Sebenarnya istilah apa sih yang benar?

Sebenarnya saya ingin menjawab dengan pengetahuan yang saya miliki, tetapi ketika itu situasinya menurut saya tidak pas, walaupun sebenarnya acaranya adalah sharing masalah-masalah MGMP, sehingga saya justru hanya tersenyum tidak mengiyakan ataupun menidakkan. Menurut perhitungan saya, dalam forum pertemuan yang bernuansa silaturahmi dan santai itu tidak semestinya diwarnai dengan perbedaan pendapat. Tapi akibatnya dalam perjalanan pulang dari acara tersebut, saya merasa bersalah, karena jangan-jangan sikap tersenyum saya dimaknai oleh teman-teman sebagai membenarkan.

Sebenarnya, kontravensi adalah istilah yang diperkenalkan oleh Soerjono Soekanto dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar yang ditulis pertama kali pada tahun 1982. Buku ini telah beberapa kali cetak ulang dan revisi. Pada penerbitan edisi baru tahun 1990, terhadap buku ini telah dilakukan perubahan-perubahan yang agak menyeluruh, baik pada sistematika maupun substansi. Dan, istilah kontravensi pun masih ditemukan sebagai salah satu bentuk proses sosial disosiatif.  Bahkan, pada cetakan ketigapuluh empat edisi keempat yang dicetak pada September 2002, istilah kontravensi itu pun masih dipakai. Maka, sebenarnya kalau istilah kontravensi itu disebut salah cetak dari kontraversi sebenarnya juga tidak begitu tepat. Berkali-kali cetak dan revisi istilah itu tetap dipakai.

Kesimpulan saya itu bukanlah suatu kesalahan, dan istilah kontravensi tetap saja bisa digunakan dalam peristilahan sosiologi.

Istilah itu juga terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia: kontravensi (kon.tra.ven.si) /kontravénsi/ yang diposisikan sebagai nomina dengan arti proses persaingan dan pertikaian yg ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yg disembunyikan thd kepribadian seseorang (n Psi).

Kemudian dalam Ensiklopedia Britanica, terdapat juga istilah con·tra·ven·tion (noun \ˌkän-trə-ˈven(t)-shən\), yang diartikan sebagai the act of contravening : violation.

Justrtu yang tidak ditemukan di kamus adalah istilah kontraversi. Yang ada adalah kontroversi, yang artinya adalah perdebatan; (nomina), atau juga pertentangan pendapat.

Demikian lebih kurangnya, mohon pencerahan dari pihak-pihak yang mengetahui duduk persoalan istilah ini.

About these ads

One thought on “Kontravensi apa Kontraversi, sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s