Sosiologi dalam Kurikulum SMA/MA 2013


kurikulum-baruAkhirnya, setelah mengalami revisi, pembelajaran sosiologi di SMA sesuai Kurikulum 2013 jelas sudah wujudnya. Kalau dalam draft terdahulu akan digabungkan dengan Antropologi, dan ini mendapatkan banyak reaksi dari para ahli Sosiologi di perguruan tinggi, karena perkawinan antara Sosiologi dengan Antropologi dalam pembelajarannya di SMA diprediksi akan melahirkan kekacauan konsep, mengingat ada beberapa perbedaan sudut pandang dan metodologi di antara keduanya dalam melakukan peng(k)ajian terhadap masyarakat.

Walaupun di kalangan guru-guru SMA masih terjadi aneka macam penafsiran terhadap materi pembelajaran, tetapi yang sudah pasti adalah Sosiologi diajarkan tersendiri, terpisah dari Antropologi. Sosiologi diajarkan di program peminatan ilmu sosial, sedangkan Antropologi diajarkan di program peminatan Bahasa.

Mengenai materi pembelajaran, sebenarnya tidak banyak perbedaan dengan yang ada di Kurikulum SMA sebelumnya, baik 1994, 2004, maupun KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diterapkan sejak 2006. Perbedaan yang terjadi justru pada strategi pembelajaran. Berdasarkan KI dan KD yang ada, strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dalam mengajarkan Sosiologi di SMA adalah dengan pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah, mulai dari melakukan pengamatan atau obervasi terhadap gejala, menanya, mengeksperimenkan atau mengeksplorasi, melakukan asosiasi, dan akhirnya mengomunikasikan.

Sebenarnya, strategi serupa juga sudah dikenalkan pada kurikulum-kurikulum sebelumnya, seperti CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) pada Kurikulum 1984, pendidikan keterampilan proses pada Kurikulum 1994, maupun pembelajaran berbasis kompetensi pada Kurikulum 2004 yang kemudian disempurnakan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2006. Subtstansi dari pembelajaran tersebut adalah lagi berorientasi pada guru sebagaiman kurikulum 1973, melainkan pada siswa atau peserta didik. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan sebagai fasilitator, motivator, dan desainer pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa apa saja dan darimana saja, buku, majalah, dan berbagai dokumen tertulis, audio, bahan-bahan audio-visual, termasuk sumber-sumber belajar yang langsung dari masyarakat.  Hanya, dalam Kurikulum 2013 ini guru tidak dibiarkan untuk merancang sendiri strategi mengajarnya, melainkan sudah dituntun melalui silabus yang diterbitkan secara nasional, menjadi bagian tak terpisahkan dari Kurikulum 2013.

Selanjutnya, jika dalam kurikulum sebelumnya guru diwajibkan untuk menyisipkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, dan pendidikan karakter itu harus tercantum dalam silabus serta rencana pembelajaran, maka dalam kurikulum baru, hal yang semacam dengan pendidikan karakter sudah masuk dalam Kompetensi Inti (KI) di setiap mata pelajaran, yaitu menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (KI 1) dan menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia (KI 2).

Kemampuan atau kompetensi ideal (KI 1 dan 2) tersebut, diharapkan dapat tercapai setelah guru membelajarkan para peserta didiknya dengan bahan ajar sesuai dengan disiplin ilmu atau mata pelajarannya dan menjadikan peserta didiknya mampu memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin-tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (KI 3),  dan mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan (KI 4).

Semoga teman-teman guru tidak sekedar membaca KI 1 sampai dengan KI 4 yang tercantum dalam Lampiran Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tersebut sebagai sekumpulan kata-kata mutiara yang seolah-olah ada di awang-awang, lengkap tak ada cela sebagai indikator manusia Indonesia yang seutuhnya. Apabila para peserta didik benar-benar dapat diantarkan kepada kompetensi sebagaimana tertulis di atas, jelas permasalahan bangsa dan negara kita akan selesai, dan tak perlu lagi ada KPK, atau bahkan lembaga kepolisian. Semua prosedur sosial, politik, kebudayaan, maupun ekonomi yang merupakan sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat akan terkendali dengan sendirinya, tanpa memerlukan lembaga-lembaga dan mekanisme pengendalian sosial.

Agar kita –para guru dan peminat Sosiologi SMA/MA, atau siapa saja, mendapatkan gambaran tentang bahan ajar dan prosedur yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, maka marilah kita cermati Kompetensi Dasar Sosiologi dalam Kurikulum SMA/MA 2013 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013, tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.

Kelas X

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

 

1.1     Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain

 

  1. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1     Mensyukuri keberadaan diri dan keberagaman sosial sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa

2.2     Merespon secara positif berbagai gejala sosial di lingkungan sekitar

 

  1. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 

3.1     Mendeskripsikan fungsi Sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial yang terjadi di masyarakat

3.2     Menerapkan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial antar individu, antara individu dan kelompok serta antar kelompok

3.3     Menganalisis berbagai gejala sosial dengan menggunakan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial di masyarakat

3.4     Menerapkan metode-metode penelitian sosial untuk memahami berbagai gejala sosial

  1. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
4.1     Melakukan kajian, diskusi dan  menyimpulkan fungsi Sosiologi dalam memahami berbagai gejala sosial yang terjadi di masyarakat

4.2     Melakukan kajian, diskusi, dan menyimpulkan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial antar individu, antara individu dan kelompok serta antar kelompok

4.3     Melakukan kajian, diskusi dan mengaitkan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk mengenali berbagai gejala sosial dalam memahami hubungan sosial di masyarakat

4.4     Menyusun rancangan, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian sederhana serta mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, lisan dan audio-visual

Kelas XI

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

 

1.1   Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghargai keberagaman agama dengan menjunjung tinggi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat

 

  1. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1   Menumbuhkan kesadaran individu untuk memiliki tanggungjawab publik dalam ranah perbedaan sosial

2.2   Menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap perbedaan sosial

  1. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 

3.1   Memahami tinjauan Sosiologi dalam mengkaji pengelompokkan sosial dalam masyarakat

3.2   Mengidentifikasi berbagai permasalahan sosial yang muncul dalam masyarakat

3.3   Memahami penerapan prinsip-prinsip kesetaraan dalam menyikapi keberagaman untuk menciptakan kehidupan harmonis dalam masyarakat

3.4   Menganalisis potensi-potensi terjadinya konflik dan kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang beragam serta penyelesaiannya

3.5   Menerapkan metode penelitian sosial berorientasi pada pemecahan masalah berkaitan dengan konflik, kekerasan dan penyelesaiannya.

  1. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
4.1   Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi tentang pengelompokkan sosial dengan menggunakan tinjauan Sosiologi

4.2   Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi mengenai permasalahan sosial yang muncul di masyarakat

4.3   Merumuskan strategi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat berdasar prinsip-prinsip kesetaraan

4.4   Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi tentang konflik dan kekerasan serta upaya penyelesaiannya

4.5   Merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian sosial berorientasi pada pemecahan masalah berkaitan dengan konflik, kekerasan dan penyelesaiannya serta mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, lisan dan audio-visual

Kelas XII

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

 

1.1     Membuka wawasan terhadap berbagai peradaban dunia untuk memperkuat nilai keagamaan dan mendorong penghormatan terhadap keragaman peradaban.

 

 

  1. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1     Mengembangkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan sosial.

2.2     Menunjukkan rasa empati terhadap ketimpangan sosial di masyarakat sekitar dan mendorong partisipasi dalam mengatasinya

  1. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 

3.1     Menganalisis perubahan sosial dan akibat yang ditimbulkannya dalam kehidupan masyarakat

3.2     Mendeskripsikan berbagai permasalahan sosial yang disebabkan oleh perubahan sosial di tengah-tengah pengaruh globalisasi

3.3     Menganalisis ketimpangan sosial sebagai akibat dari perubahan sosial di tengah-tengah globalisasi

3.4     Menerapkan strategi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah-tengah pengaruh globalisasi

3.5     Mengevaluasi aksi pemberdayaan komunitas sebagai bentuk kemandirian dalam menyikapi ketimpangan sosial.

  1. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
4.1     Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi dalam perubahan sosial dan akibat yang ditimbulkannya

4.2     Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi tentang berbagai permasalahan sosial yang disebabkan oleh perubahan sosial di tengah-tengah pengaruh globalisasi

4.3     Mengolah hasil kajian dan pengamatan tentang ketimpangan sosial sebagai akibat dari perubahan sosial di tengahtengah globalisasi

4.4     Merancang, melaksanakan dan melaporkan aksi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilainilai kearifan lokal di tengah-tengah pengaruh globalisasi

4.5     Memaparkan inisiatif, usulan, alternatif dan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi aksi pemberdayaan komunitas

Yang pertama, marilah kita cermati tentang materi ajar atau topik-topik pembelajarannya, mulai dari kelas X, XI dan XII.

Kelas X

Agar peserta didik mampu memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain, menumbuhkan kesadaran individu untuk memiliki tanggungjawab publik dalam ranah perbedaan sosial, dan menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap perbedaan sosial, para perserta didik kelas X akan dibelajarkan tentang

  1. Fungsi Sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang akan dikaji dalam topik ini antara lain, pengertian tentang sosiologi, sejarah sosiologi, tokoh-tokoh yang berperan pada tahap awal/perintis atau founding fathers, pokok-pokok kajian sosiologi, dan manfaat sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial antar individu, antara individu dan kelompok serta antar kelompok. Hal-hal yang dikaji dalam pembelajaran antara lain, tentang nilai dan norma sosial sebagai dasar interaksi sosial, pengertian interaksi sosial, macam-macam atau bentuk-bentuk proses-proses yang menjauhkan (disosiatif) atau mendekatkan (asosiatif), keteraturan atau ketertiban sosial
  3. Berbagai gejala sosial dengan menggunakan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial di masyarakat. Gejala-gejala sosial yang dikaji dalam bagian ini adalah proses-proses atau gejala-gejala yang secara dasar harus diketahui oleh para peserta didik, seperti sosialisasi, pembentukan kepribadian, perilaku menyimpang, dan pengendalian sosial.
  4. Metode penelitian sosial untuk memahami berbagai gejala sosial. Dalam hal ini peserta didik dibelajarkan dengan bagaimana menyusun rancangan penelitian, melaksanakan penelitian, dan menyusun laporan penelitian sederhana, serta mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, lisan dan/atau audio-visual.

Memperhatikan draft silabus yang beredar di teman-teman guru, pembelajaran sosiologi kelas X akan berlangsung kurang lebih 35 minggu, di mana 8 minggu pertama untuk kajian tentang fungsi sosiologi dalam mengenali gejala sosial dalam masyarakat, 9 minggu kedua untuk kajian tentang individu, kelompok, dan hubungan sosial, 9 minggu berikutnya tentan ragam gejala sosial dalam masyarakat (sosialisasi, kepribadian, penyimpangan, dan pengendalian sosial) dan 9 minggu terakhir untuk metode penelitian sosial sederhana.

Kelas XI

Untuk mencapai kemampuan atau kompetensi memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghargai keberagaman agama dengan menjunjung tinggi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, menumbuhkan kesadaran individu untuk memiliki tanggungjawab publik dalam ranah perbedaan sosial, dan menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap perbedaan sosial, peserta didik kelas XI akan dibelajarkan tentang

  1. Tinjauan Sosiologi dalam mengaji pengelompokkan sosial dalam masyarakat. Dalam hal ini para peserta didik akan mempelajari tentang berbagai macam jenis kelompok dalam masyarakat, baik yang teratur maupun yang tidak teratur, baik yang relatif tetap maupun yang sementara.
  2. Mengidentifikasi berbagai permasalahan sosial yang muncul dalam masyarakat, seperti masalah-masalah dalam hubungan antar-kelompok, seperti adanya streotipe, prasangka, perilaku kolektif, dan juga pola-pola hubungan antar-kelompok, seperti nasionalitas, pluralisme, integrasi, dan sebagainya.
  3. Memahami penerapan prinsip-prinsip kesetaraan dalam menyikapi keberagaman untuk menciptakan kehidupan harmonis dalam masyarakat. Dalam hal ini para peserta didik akan mempelajari tentang struktur dan proses-proses yang terjadi dalam struktus sosial masyarakat, seperti stratifikasi sosial, diferensiasi sosial, dan juga mobiitas sosial.
  4. Menganalisis potensi-potensi terjadinya konflik dan kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang beragam serta penyelesaiannya. Secara khusus peserta didik akan mempelajari tentang berbagai macam bentuk konflik dan kekerasan yang terjadi dalam masyarakat, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, baik yang bersifat verbal maupun non-verbal.
  5. Menerapkan metode penelitian sosial berorientasi pada pemecahan masalah berkaitan dengan konflik, kekerasan dan penyelesaiannya. Setelah di kelas X para peserta didik dibelajarkan tentang rancangan dan metode penelitian sosial sederhana, di kelas XI ini para siswa akan memraktekkannya untuk mengaji tentang konflik dan kekerasan yang terjadi dalam masyarakat.

Kelas XII

Agar para peserta didik dapat mencapai kompetensi membuka wawasan terhadap berbagai peradaban dunia untuk memperkuat nilai keagamaan dan mendorong penghormatan terhadap keragaman peradaban, mengembangkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan sosial, dan menunjukkan rasa empati terhadap ketimpangan sosial di masyarakat sekitar dan mendorong partisipasi dalam mengatasinya, peserta didik kelas XII akan dibelajarkan tentang

  1. Perubahan sosial dan akibat yang ditimbulkannya dalam kehidupan masyarakat, seperti konsep tentang perubahan sosial, faktor-faktor penyebab perubahan, faktor-faktor pendorong dan penghambat, bentuk-bentuk perubahan sosial, termasuk dalam hal ini industrialisasi, modernisasi, dan urbanisasi.
  2. Berbagai permasalahan sosial yang disebabkan oleh perubahan sosial di tengah-tengah pengaruh globalisasi, seperti dampak positif, dampak negatif dari perubahan sosial.
  3. Ketimpangan sosial sebagai akibat dari perubahan sosial di tengah-tengah globalisasi.
  4. Strategi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah-tengah pengaruh globalisasi, yang antara lain meliputi cara berfikir, cara berperasaan, dan cara bertindak dalam masyarakat yang telah institutionalized.
  5. Aksi pemberdayaan komunitas sebagai bentuk kemandirian dalam menyikapi ketimpangan sosial. Para siswa dapat mencermati langkah-langkah yang akan atau telah dilakukan oleh berbagai Lembaga Swadaya Masyaraka (NGO/LSM), dan juga strategi pembedayaan masyarakat melalui pembangunan.

Demikian, semoga menjadi bahan awal diskusi dalam rangka berbagaipakai informasi tentang pelaksanaan Kurikulum SMA/MA 2013, khususnya dalam pembelajaran Sosiologi.

Terimakasih.

Minggir, 15 Agustus 2013. 03.00.

About these ads

17 thoughts on “Sosiologi dalam Kurikulum SMA/MA 2013

  1. matur nuwun pak agus ,materi kajian sosiologi kuri 2013 sangat lengkap, apakah perlu dipertegas materi sosiologi dgn antro,,>>>>>betul pendapat bpk, sosantro dikuliah berdiri sendiri,>>>ternyata banyak guru sosiologi di luar jawa basic ilmunya ada dari sejarah,PAI,bhs ind,pkn

    • Sama-sama Pak Warsun, bisa saja, untuk pembanding. Anak-anak diberi kesempatan untuk menemukan apa perbedaan dan hubungan antara sosiologi dengan antropologi. Dua ilmu itu tetap berbeda, baik dari materi (pokok bahasan) maupun sudut pandang (frame of reference-nya). Salam!

  2. Yg dmaksud metode penelitian sederhana itu spt apa pak? Ada contoh rancangan penelitian yg bsa diakses? Maturmnuwun

    • Terimakasih telah berkenan mampir di blog ini. Penelitian sederhana? Secara prosedur sama, berawal dari adanya masalah, dikaji secara teoritik, dirumuskan hipotesis, dikumpulkan data empirik, dianalisis, diambil simpulan. Tetapi, kompleksitas dari variabel dan teknik analisisnya sederhana. Misalnya hanya satu atau dua variabel saja. Analisisnyapun sederhana, kalau itu kuantitatif, paling hanya menggunakan teknik-teknik statistik sederhana, seperti mean, median, modus atau persen. Kalau itu kualitatif, deksripsi narasi, detail, dan tingkat kedalalaman analisisnya pun dangkal-dangkal saja. Yang penting, memberikan kepada peserta didik (anak sma) mempunyai pengalaman menemukan data empirik dan membuat simpulannya sendiri. Kira-kira yang dimaksud demikian. Salam.

  3. pemetaan materi yang disampaikan dalam tulisan njenengan itu termasuk rumusan permendikbud 69/2013 atau tafsir njenengan sendiri pak?. Kalo memang rumusan resmi langsung saya pakai, kalau tafsir atas silabus 2013 akan saya gunakan sebagai acuan diskusi kami. nuwun sanget atas penjelasannya!

    • itu ngen2 saja koq mas … bukan rumusan resmi dari kemendikbud. Dan ada tidak tepatnya juga, misalnya tentang penelitian sosial. Ternyata itu bukan hanya di semester 2 kelas X, tetapi juga di kelas XI. Hanya kalau yang di kelas XI itu lebih diorientasikan untuk pemecahan masalah konflik dan kekerasan, sehubungan dengan struktur sosial masyarakat.

  4. Maaf pak sumbernya dr peraturan apa ya pak… maksud saya apa ada permen baru kalo ada nomor berapa biar saya bs tunjukan dng waka kurikulum saya pak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s