<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agsa&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://agsasman3yk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agsasman3yk.wordpress.com</link>
	<description>Things are not what they seem; seeing through the facades of social structures!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 08:48:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agsasman3yk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agsa&#039;s Blog</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agsasman3yk.wordpress.com/osd.xml" title="Agsa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agsasman3yk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bedah SKL Sosiologi 2012</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/26/bedah-skl-sosiologi-2012/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/26/bedah-skl-sosiologi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 08:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1847</guid>
		<description><![CDATA[BEDAH STANDAR KOMPETENSI LULUSAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1847&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2012/01/bedah-standar-kompetensi-lulusan.pdf">BEDAH STANDAR KOMPETENSI LULUSAN</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1847/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1847&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/26/bedah-skl-sosiologi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Guru Untuk Apa?</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/11/menjadi-guru-untuk-apa/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/11/menjadi-guru-untuk-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 14:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[Bukan karena saya guru sehingga tertarik oleh tulisan ini. Tapi memang judul tulisan ini benar-benar menarik. Menjadi guru untuk apa? Saya sendiri yang telah lebih dari 20 tahun menjadi guru, belum satu kalipun bertanya pada diri sendiri, apalagi kepada orang lain, menjadi guru untuk apa. Dan, tulisan Asep Sapa&#8217;at, Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1837&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2012/01/img_0267.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1838" title="IMG_0267" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2012/01/img_0267.jpg?w=119&#038;h=150" alt="" width="119" height="150" /></a>Bukan karena saya guru sehingga tertarik oleh tulisan ini. Tapi memang judul tulisan ini benar-benar menarik. Menjadi guru untuk apa? Saya sendiri yang telah lebih dari 20 tahun menjadi guru, belum satu kalipun bertanya pada diri sendiri, apalagi kepada orang lain, menjadi guru untuk apa. Dan, tulisan <strong>Asep Sapa&#8217;at, </strong>Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, di harian Republika 11 Januari 2012 ini memang benar-benar menginspirisi saya untuk setidaknya merenung-renung, untuk apa saya menjadi guru. Atau, bahkan saya berfikir bahwa saya ini guru tapi tampaknya bukan guru, atau tampaknya guru, tapi jangan-jangan saya ini bukan guru &#8230;..<span id="more-1837"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya baca saja tulisan berikut selengkapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beruntunglah menjadi guru. Punya orang tua guru, pasangan hidup kita guru, orang tua yang anaknya jadi guru, orang yang teman-temannya guru, mereka memang beruntung. Siapa yang membekali murid untuk bekal hidup mereka di masa depan? Berapa banyak murid-murid yang telah dididik? Jika ukurannya kebermanfaatan untuk sesama, guru adalah orang paling beruntung.</p>
<p>Mulialah guru karena mereka punya peluang untuk menginspirasi siswa agar hidup mereka jauh lebih baik dari gurunya sendiri. Berbahagia lah guru jika kelak murid-murid mereka menjadi orang yang hidupnya sukses nan bermanfaat bagi sesama. Itulah dahsyatnya menjadi guru.</p>
<p style="text-align:justify;">Rugilah orang yang menyepelekan guru. Masyarakat, bangsa, negara yang menyia-nyiakan bahkan mendzalimi guru, sungguh mereka akan mengalami kerugian yang teramat besar. Masa depan suatu bangsa sedang dipertaruhkan. Jangan anggap sepele hal ini.</p>
<p>Hari ini, mari tanyakan pada anak muda Indonesia, siapa di antara mereka yang ingin menjadi guru? Saya teringat dengan paparan Prof. Cheng (The Hong Kong Institute of Education) di event The 2nd East Asian International Conference on Teacher Education Research, Desember 2010 silam. Ada 4 prinsip holistik &amp; berjangka panjang dalam konteks pengembangan dan pendidikan profesi guru, yaitu attracting teacher, developing teacher, empowering teacher, dan retaining teacher.</p>
<p>Prinsip pertama, attracting teacher. Pemerintah di suatu negara harus mampu memberikan kepastian hukum &amp; penghidupan yang layak bagi guru. Status guru tak sebatas diperjuangkan secara de jure. Secara de facto, kehidupan guru memang harus dijamin agar fokus dalam berkarya. Jika syarat ini dipenuhi, maka setiap orang akan memandang profesi guru sebagai sesuatu yang prospektif. Tugas pemerintah selanjutnya, memastikan seleksi yang super ketat agar tidak sembarangan orang bisa menjadi guru.</p>
<p>Prinsip kedua, developing teacher. Lembaga Pendidik &amp; Tenaga Kependidikan (LPTK) musti dikuatkan fungsi kelembagaannya. Kehidupan kampus di universitas keguruan dikondisikan agar mampu membina dan mendidik para calon guru agar benar-benar siap menjadi guru. Konsep pengembangan profesional guru mesti didefinisikan secara operasional.</p>
<p>Berkembangnya kompetensi guru mesti sejalan dengan masa pengabdian mereka, fokus utama dari prinsip ini. Harus ada program pengembangan profesional yang memfasilitasi guru agar mereka tidak pernah berhenti belajar. Bentuk aktivitasnya sangat beragam, dari mulai mengikuti training guru secara berkala, adanya supervisi pembelajaran, sampai keharusan untuk melakukan penelitian tindakan kelas.</p>
<p>Empowering teacher, prinsip ini mensyaratkan adanya upaya untuk memastikan bahwa kinerja guru selalu dapat diukur efektivitasnya. Guru mesti dibantu agar mereka selalu dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jika pun ada kendala, kepala sekolah dengan sistem pengembangan profesionalnya selalu setia menemani guru untuk menyelesaikan masalah yang kerap mereka hadapi. Tiada hari tanpa proses pemberdayaan guru.</p>
<p>Rencana karir seorang guru harus dinyatakan secara tegas &amp; tidak multitafsir, aspek penting dalam prinsip retaining teacher. Jika aturan sudah ditetapkan bahwa syarat seorang guru menjadi kepala sekolah, misalnya, perlu waktu mengabdi 10 tahun dengan kualifikasi tertentu. Tapi, ada yang baru setahun sudah bisa menjadi kepala sekolah, apalagi tanpa fit &amp; proper test, ini namanya kecelakaan.</p>
<p>Komitmen dan konsistensi dalam menegakkan aturan main bisa membuat guru termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Jika tidak, guru akan mengalami demotivasi. Situasi kompetisi tidak akan pernah berlangsung fair. Bahayanya, wrong man on the wrong place jadi sebuah keniscayaan. Guru paham apa yang harus dilakukan jika mereka ingin menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, atau jabatan struktural lainnya yang mempersyaratkan kompetensi guru yang mesti plus.</p>
<p>Jadi, lupakan impian untuk meraih prestasi atau jabatan tertentu jika masih banyak membual daripada berkarya nyata. Jika profesi guru ingin naik kelas, coba praktikkan keempat prinsip tersebut sesuai dengan konteks Indonesia.</p>
<p>Hong Kong bukan Indonesia, begitu pun sebaliknya. Hong Kong secara serius menetapkan kebijakan strategis dan mengembangkan sistem pendidikan guru secara sistematis dan berkelanjutan. Wajar kalau pendidikan mereka selangkah lebih maju dari kita. Indonesia tak usah pesimis karena citra profesi guru kita pernah mengalami masa-masa kejayaan di masa lalu.</p>
<p>Sayangnya itu dulu, catatan sejarah yang mesti dapat dimaknai hikmahnya. Sekarang, apa yang mesti diperbuat? Pemerintah harus mulai tergugah kesadarannya untuk mulai berbenah. Konsep sistem pendidikan guru kita mungkin tak kalah hebat dari negara lain. Persoalannya, apakah konsep tersebut konsisten diterapkan di tataran praktis pendidikan? Jangan-jangan teorinya bagus, praktiknya amburadul. Kondisi yang memilukan sekaligus memalukan.</p>
<p>Kapan pun dan dimana pun mereka berada, guru tetaplah guru, orang yang beruntung dan mulia. Jika hari ini, saya &amp; Anda tetap memilih jalan hidup menjadi guru, meski jaminan hidup dan kepastian hukum dari pemerintah masih menjadi sebuah utopia, mungkin ini bisa masuk kategori keajaiban baru di dunia.</p>
<p>Menjadi guru di Jepang sangat sulit karena memang penghargaan pemerintah kepada guru sangat eksklusif. Ada keseimbangan sempurna antara tuntutan hak dan pemenuhan kewajiban. Guru di Jepang harus tegas memilih, jadi guru atau tidak sama sekali. Tak ada pilihan lainnya. Di Indonesia, kita selalu dibuat ragu untuk menentukan pilihan, jadi guru karena pilihan hidup, jadi guru mumpung sudah lahir UU No. 14 Tahun 2005, jadi guru karena ada peluang untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil, atau jadi guru karena tidak ada pilihan lainnya. Sungguh ironi.</p>
<p>Beruntunglah guru-guru yang ada di Indonesia. Mereka sangat sadar bahwa pilihan hidupnya menjadi guru penuh resiko. Meskipun demikian, semoga semangat perjuangan mereka tidak akan pernah luntur untuk mengabdikan hidupnya bagi kelangsungan pendidikan Indonesia. Mengapa bisa demikian? Karena mereka paham bahwa ada yang harus diselamatkan untuk kepentingan masa depan bangsa, yaitu murid-murid mereka, para calon pemimpin bangsa.</p>
<p>Menjadi guru, untuk apa? Kita berharap guru-guru di Indonesia serempak menjawab, ‘Investasi untuk Indonesia’. Siapakah mereka yang paham arti ‘Investasi untuk Indonesia’? Semoga saya, Anda, &amp; mereka yang saat ini menjadi guru di seantero penjuru nusantara.</p>
<p style="text-align:justify;">Republika Online, 11 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1837&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2012/01/11/menjadi-guru-untuk-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2012/01/img_0267.jpg?w=119" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0267</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corolla &#8230;</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/29/corolla/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/29/corolla/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 00:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[Judul ini tidak berarti akan mengubah blog ini menjadi blog otomotif. Semata-mata hanya Corolla dalam sejarah hidup saya cukup penting. Ketika 1987 saya menjadi guru PNS, kebetulan di Siaran Niaga TVRI (ketika itu siaran televisi ya memang cuma TVRI) muncul iklan dengan frekuensi kemunculan cukup tinggi &#8220;Corolla Twincam&#8221;, Corolla Generasi VI. Sebagai guru PNS baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1821&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/corollaku.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1822" title="COROLLAKU" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/corollaku.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Judul ini tidak berarti akan mengubah blog ini menjadi blog otomotif. Semata-mata hanya Corolla dalam sejarah hidup saya cukup penting. Ketika 1987 saya menjadi guru PNS, kebetulan di Siaran Niaga TVRI (ketika itu siaran televisi ya memang cuma TVRI) muncul iklan dengan frekuensi kemunculan cukup tinggi &#8220;Corolla Twincam&#8221;, Corolla Generasi VI.<span id="more-1821"></span> Sebagai guru PNS baru dengan gaji sekitar Rp67.000,00/bulan, membayang-mbayangkan, kapan saya mampu membeli mobil seperti itu, yang saya tidak tahu pasti harga mobil itu berapa. Hanya memperkirakan sekian puluh juta rupiah.  Akhirnya membayangkan memiliki mobil itu pun tidak. Angka 67 ribu per bulan harus dikalikan berlipat-lipat ketika harus mencapai angka berpuluh juta untuk bisa menebus mobil itu. Tapi alhamdulillah, sekitar 15 tahun kemudian dari sejak pertama saya jadi guru, saya (baru) diberi kesempatan meraih rizqi oleh Allah bisa membeli mobil jenis itu dan tentu saja bekas. Mobil itu sekarang memang bukan milik keluarga saya lagi, tapi ketika berganti mobil, akhirnya Corolla menjadi pilihan saya &#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Posting ini untuk ikut berbagai tentang nama mobil Corolla yang legendaris itu, yang sejak kemunculan generasi pertama di tahun 1972  hingga sekarang sudah lahir generasi ke-9.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Toyota Corolla: Leading Across Generations </strong></p>
<table align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.toyota.co.id/i/art/file_f_1197449383.gif" alt="" align="left" hspace="10" vspace="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Toyota</strong><strong> Corolla: </strong><strong>Leading Across Generations</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/i/art/file_f_1197449383.gif" alt="" align="left" />Kehadiran Toyota Corolla sudah lebih empat dekade dan telah melahirkan 9 generasi yang terus dipercaya konsumen. Itu sebabnya sangat sulit bagi model lain untuk menggeser dominasi Corolla. Bahkan hingga kini.</p>
<p style="text-align:justify;">Generasi pertama Corolla hadir sebagai kado perayaan usia 30 tahun Toyota Motor Corp. (TMC) di industri otomotif (TMC lahir pada 23 Agustus 1937). Sejak diproduksi pertama kali pada tahun 1966 hingga saat ini Corolla sudah meraih angka produksi lebih dari 35 juta unit dan dipasarkan ke lebih 140 negara. Prestasi yang belum pernah dicapai model serupa oleh produsen otomotif lain (Ford F series terjual 25 juta unit, Volkswagen Golf terjual 24 juta unit, Volkswagen Beetle terjual 21,5 juta unit, dan Ford Model T terjual 16,5 juta unit). Bagaimana di Indonesia?<img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1966.jpg" alt="Corolla 1966" align="right" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak kemunculan perdananya di Tanah Air pada tahun 1972 hingga tahun ini angka penjualan Corolla telah mencapai 130.619 unit dan berkali-kali mendapat predikat Car of the Year. Dominasinya tampak sepanjang periode 1990- Agustus 2007 dimana penjualan Corolla berhasil menguasai pangsa pasar 39,18% (65.566 unit) sedangkan pesaing terdekatnya Civic menguasai 27,14% (45.823 unit). Setidaknya, ini membuktikan Corolla berhasil merebut hati konsumen Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya, Corolla yang hadir pertama kali ke Indonesia adalah hasil pengembangan generasi pertama. Generasi kedua ini pertama kali diproduksi tahun 1971. Penampilan dan mesinnya lebih besar dari pendahulunya. Ini merupakan model Toyota yang sukses di seluruh dunia. Mesin yang digunakan berkemampuan tinggi. Tidak heran Corolla pada generasi ini berhasil beberapa kali menjuarai rally dunia, antara lain Press on Regardless Rally di Amerika, dan 1000 Lakes Rally di Finlandia.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1970.jpg" alt="Corolla 1970" align="left" />Generasi ketiga Corolla diluncurkan pada tahun 1975 dengan beberapa perubahan pada bagian eksterior dan interiornya. Selanjutnya pada tahun 1980, lahir Corolla generasi keempat yang lebih dikenal dengan Corolla DX dan jadi fenomena di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Corolla generasi keempat ini telah mengalami perubahan total pada bentuk dan fitur-fitur yang dimilikinya dan merupakan model terakhir yang berpenggerak roda belakang. Corolla DX merupakan tonggak berdirinya <img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1974.jpg" alt="Corolla 1974" width="237" height="123" align="right" />kekuatan Corolla dalam pasar sedan kelas <em>small</em> di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1984, diluncurkan Corolla generasi kelima atau yang biasa disebut dengan Corolla SE. Generasi ini merupakan generasi Corolla yang mulai menggunakan teknologi Front Drive. Mesinnya telah berubah, dari seri K menjadi seri A.</p>
<p style="text-align:justify;">Generasi keenam merupakan Corolla yang diluncurkan pada tahun 1988. Untuk mengantisipasi perkembangan industri otomotif saat itu Toyota mengadopsi teknologi baru bermesin Twin Cam. Generasi ini populer di Indonesia dengan sebutan Corolla Twin Cam.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1983.jpg" alt="Corolla 1983" width="237" height="129" align="left" />Great Corolla merupakan sebutan populer dari generasi ketujuh yang telah berubah total dari generasi sebelumnya, baik pada bentuk dan keaerodinamisan kendaraan, juga interior dan fitur-fitur kendaraan. Generasi yang diluncurkan pada 1992 ini mampu meraih pangsa pasar tertinggi di kelasnya selama 3 tahun berturut-turut sejak diluncurkan, dengan <em>market share </em>rata-rata hampir 40% dalam kelas <em>small sedan.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan hasil yang fantastis ini, Great Corolla mengambil alih kembali posisi nomor satu dalam kelas sedan <em>small</em> dari Honda Civic yang sempat terlepas pada tahun 1984 hingga 1991. Hasil penjualan Great Corolla memacu Toyota untuk berkreasi lebih baik lagi, dengan selalu memenuhi permintaan pelanggan akan kualitas, kenyamanan dan keamanan kendaraan yang lebih optimal dibandingkan generasi sebelumnya, dengan tak lupa memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Generasi kedelapan diluncurkan pada awal 1996 bernama All New Corolla, dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan canggih untuk meningkatkan keselamatan pengguna, seperti airbags dan ABS. Generasi ini <img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1987.jpg" alt="Corolla 1987" width="237" height="103" align="right" />mengalami beberapa kali perubahan, baik pada eksterior maupun interiornya untuk meningkatkan kepuasan pengguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk generasi kedelapan ini, Toyota membuat Corolla yang berbeda untuk egion yang berbeda. Versi Jepang mulai dipasarkan di Jepang pada pertengahan tahun 1995, dan beberapa Negara Asia, Amerika Selatan, serta Afrika pada tahun 1996. Versi Eropa untuk Eropa dan Australia hadir pada tahun 1997. Versi Amerika hanya untuk USA dan Canada baru untuk model tahun 1998. Versi Eropa hadir dengan penampilan yang sangat berbeda dengan versi untuk region lainnya. Corolla Eropa memiliki lampu depan berbentuk bulat.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1991.jpg" alt="Corolla 1991" width="237" height="114" align="left" />Penyempurnaan terus berlanjut. Di awal milenium ini, untuk meneruskan kesuksesan Corolla, Toyota menghadirkan Corolla generasi kesembilan yang dirancang dengan konsep kendaraan abad 21, baik pada eksterior, interior, mesin dan instrumen kendaraan lainnya. Generasi ini memiliki nama baru Corolla ALTIS. Kata ALTIS berasal dari kata Altitudinous, yang maksudnya menggambarkan Corolla sebagai kendaraan terkuat dalam kelas sedan small di seluruh dunia. Corolla ALTIS dengan performa mesin yang tangguh dan konsep model Break Into Style ini dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan mobil yang stylish, mewah, dan dinamis.</p>
<p style="text-align:justify;">Guna terus meningkatkan kepuasan pelanggan beberapa perubahan desain juga dilakukan pada generasi kesem-bilan. Mulai perubahan pada eksterior juga interiornya. Model keluaran terbaru ini dikenal dengan sebutan New Corolla Altis yang hadir sejak tahun lalu dimana semakin mengukuhkan statusnya sebagai sedan berkelas di pasar small sedan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla1995.jpg" alt="Corolla 1995" width="235" height="124" align="right" />Dengan terus melakukan pembaharuan Corolla selalu berhasil merebut hati konsumen. Belum pernah ada dalam sejarah otomotif, sebuah model bertahan selama itu. Sukses Corolla adalah salah satu contoh bagaimana strategi Toyota untuk terus menghadirkan inovasi baru, produksi yang mengerti kebutuhan pelanggan dan perbaikan kualitas terus menerus baik dalam teknologi juga layanan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/nyolaku.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1826" title="nyolaku" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/nyolaku.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Corolla adalah salah satu produk global Toyota yang dikembangkan dan diproduksi di banyak negara dengan spesifikasi sesuai karakteristik pelanggan di setiap kawasan. Itulah kenapa Corolla bisa diterima pasar di banyak negara. Bahkan, bisa dibilang, Corolla salah satu produk unggulan Toyota di hampir setiap negara di dunia. Tentunya, tanpa peningkatan kualitas produk dari generasi ke generasi tidak mungkin ada pertumbuhan penjualan yang sedemikian mengesankan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://www.toyota.co.id/images/corolla2000.jpg" alt="Corolla 2000" width="237" height="112" align="left" />Corolla berhasil mempertahankan dominasi pasarnya dalam jangka panjang, ini berkat beberapa upaya strategis yang dilakukan Toyota. Pertama, selain meluncurkan produk yang terbaik, produk yang lebih modern dari segi desain dan penampilan juga kualitas mesinnya yang lebih tangguh. Kedua, di mana pun produk Toyota dipasarkan, pelayanan kepada pelanggan tetap diutamakan. Sukses dari 9 generasi Corolla yang dipasarkan membuktikan bagaimana Toyota berhasil menawarkan standar kualitas lebih dari yang diharapkan konsumen.*ADV</p>
<p><em>Sumber: Majalah Swasembada, <a href="http://www.toyota.co.id/company/mediarelations/media/article.php?article_id=2028">http://www.toyota.co.id/company/mediarelations/media/article.php?article_id=2028</a></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1821&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/29/corolla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/corollaku.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">COROLLAKU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/i/art/file_f_1197449383.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/i/art/file_f_1197449383.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1966.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1966</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1970.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1970</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1974.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1974</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1983.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1983</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1987.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1987</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1991.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1991</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla1995.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 1995</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/nyolaku.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nyolaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.toyota.co.id/images/corolla2000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Corolla 2000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisi-kisi Ujian Nasional 2012</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/20/kisi-kisi-ujian-nasional-20112012/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/20/kisi-kisi-ujian-nasional-20112012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 02:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[Pada 15 Desember 2012 BNSNP di web resminya (bsnp-indonesia.org) telah mengunggah Kisi-kisi Ujian Nasional TA 2011-2012, dan berikut ini unduhannya. Kisi-Kisi-Untuk-SMP-MTs-SMPLB-SMA-MA-SMALB-dan-SMK1 SK-BSNP-tentang-Kisi-kisi Presentasi-SosialiasiUN-2012 Kalau link di bawah ini khusus untuk Kisi-kisi Ujian Nasional 2012 Mata Pelajaran Sosiologi. SK-BSNP-tentang-Kisi-kisi SOSIOLOGI SMA Selamat mencermati dan bersiap diri menghadapi UN 2012.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1806&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/un.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1815" title="UN" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/un.jpg?w=150&#038;h=148" alt="" width="150" height="148" /></a>Pada 15 Desember 2012 BNSNP di web resminya (<a href="http://bsnp-indonesia.org/">bsnp-indonesia.org</a>) telah mengunggah Kisi-kisi Ujian Nasional TA 2011-2012, dan berikut ini unduhannya.</p>
<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/kisi-kisi-untuk-smp-mts-smplb-sma-ma-smalb-dan-smk1.pdf">Kisi-Kisi-Untuk-SMP-MTs-SMPLB-SMA-MA-SMALB-dan-SMK1<br />
</a></p>
<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/sk-bsnp-tentang-kisi-kisi.pdf">SK-BSNP-tentang-Kisi-kisi</a></p>
<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/presentasi-sosialiasiun-2012.pdf">Presentasi-SosialiasiUN-2012</a></p>
<p>Kalau link di bawah ini khusus untuk Kisi-kisi Ujian Nasional 2012 Mata Pelajaran Sosiologi.</p>
<p><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/sk-bsnp-tentang-kisi-kisi-sosiologi-sma.pdf">SK-BSNP-tentang-Kisi-kisi SOSIOLOGI SMA</a></p>
<p><span id="more-1806"></span></p>
<p>Selamat mencermati dan bersiap diri menghadapi UN 2012.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1806/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1806&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/20/kisi-kisi-ujian-nasional-20112012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/un.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">UN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jogja Education Club #2 di UII</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/18/jogja-education-club-2-di-uii/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/18/jogja-education-club-2-di-uii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 23:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1802</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, Universitas Islam Indonesia (UII) mempunyai tanggung jawab sosial, terlebih berbagai hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Seperti halnya beberapa issue yang muncul akhir-akhir ini. Diantaranya terkait permasalahan akan kualitas karakter manusia Indonesia yang semakin meningkat, lapangan pekerjaan yang semakin sempit serta efek yang timbul dari dinamika perubahan ekonomi, ungkap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1802&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<p>Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, Universitas Islam Indonesia (UII) mempunyai tanggung jawab sosial, terlebih berbagai hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Seperti halnya beberapa issue yang muncul akhir-akhir ini. Diantaranya terkait permasalahan akan kualitas karakter manusia Indonesia yang semakin meningkat, lapangan pekerjaan yang semakin sempit serta efek yang timbul dari dinamika perubahan ekonomi, ungkap Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. pada diskusi Jogja Education Club  bertajuk Reorientasi dan Revitalisasi Pendidikan pada Selasa (7/12), di Kampus UII Jl. Cik Ditiro No. 1 Yogyakarta.<span id="more-1802"></span></p>
</div>
<div align="justify">
<p>Kegiatan diskusi yang terselenggara atas kerjasama SKH Kedaulatan Rakyat dan UII tersebut dihadiri oleh segenap pimpinan Institusi pendidikan, Pejabat Sipil dan Militer serta Tokoh Masyarakat di wilayah Yogyakarta, diantaranya Walikota terpilih periode 2011-2016 Haryadi Suyuti, Mantan Bupati Bantul yang juga sebagai komisaris utama PT Kedaulatan Rakyat Idham Samawi, Direktur Utama PT Kedaulatan Rakyat, dr. Gun Nugroho Samawi, Koordinator Kopertis Wilayah V DIY, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA, Rektor Univ. Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) 2011/2015 Dr. R. Maryatmo, MA. Sementara Guru Besar FH UII, Prof Jawahir Thontowi PhD., hadir dan bertindak sebagai moderator diskusi.</p>
<p>Prof. Edy Suandi Hamid, mengungkapkan, adanya korelasi dari tingkat kemajuan negara dengan perkembangan pendidikannya, selain juga dengan anggaran biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan ataupun juga dilihat dari research and development. Berdasarkan data dari lembaga internasional pada Human Development Index, peringkat indonesia pada tahun 2011 mengalami penurunan dari peringkat 108 menjadi peringkat 124, yang dinilai dari tingkat melek huruf pada bidang pendidikan, income perkapita pada bidang ekonomi, dan tingkat harapan hidup serta tingkat kematian bayi per 1000 penduduk pada bidang kesehatan.</p>
<p>Selain itu Prof. Edy Suandi Hamid juga mengungkapkan, dalam rangka melakukan revitalisasi Yogyakarta sebagai kota pendididkan, terdapat satu isu yakni meningkatnya biaya pendidikan dan hidup di Yogyakarta. Menurut Prof. Edy Suandi Hamid, saat ini di Yogyakarta telah menerapkan ‘retribusi’ kos – kosan, padahal jika ditiadakan akan berimplikasi positif.</p>
<p>Hal tersebut, tambah Prof. Edy Suandi Hamid, diiringi dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perguruan tinggi yang juga mahal. “Khususnya kepada bapak Suyuti sebagai walikota Yogyakarta yang akan segera dilantik, tentunya memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan mengenai PBB ini. Oleh karena nirlaba, semoga PBB perguruan tinggi di wilayah Kota Yogyakarta bisa dimurahkan,” harapnya.</p>
<p><strong>Reorientasi dan Revitalisasi Pendidikan</strong></p>
<p>Koordinator Kopertis Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, menyikapi upaya mewujudkan karakter generasi bangsa bermoral, bermartabat, dan berintegritas yang menurutnya butuh adanya keteladanan dari semua pihak. Bukan hanya itu, proses transfer ilmu (kegiatan belajar mengajar) terutama Pendidikan Kewarganegaraan dan Agama perlu ditelaah ulang. “Selama ini, siswa hanya terbatas pada hafalan dan teoritis saja, bukan pada aplikasi yang semestinya jauh lebih diutamakan. Bagaimana mungkin para siswa dapat bermusyawarah, bertoleransi, berkeTuhanan, berkeadilan dan lain semisalnya jikalau hanya disuruh menghafal mengenai teorinya saja” keluhnya. Untuk itu, pihaknya menegaskan, agar teori Pendidikan Kewarganegaraan dan Agama dapat diimplementasikan dan diberikan contoh keteladanan.</p>
<p>“Di Perancis, jika orang – orang berjalan dan suatu ketika senggolan, maka mereka saling mendahului untuk memohon maaf, namun tidak demikian yang terjadi di negeri kita. Padahal Pendidikan Kewarganegaraan dan agama ada, Pancasila sebagai dasar negara juga ada. Butuh keteladanan”sindirnya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, sesuai data tahun 2010, prosentase pekerja di Indonesia yang mampu menghasilkan income perkapita 30$ terbesar dari lulusan dan bukan tamatan SD, yakni 52 %. Untuk itu, sejalan dengan Idham Samawi, pihaknya mendesak semua perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas lulusannya agar mampu bersaing dengan dunia global. Jika ini terwujud, maka SDM pekerja di Indonesia semakin berkualitas, professional, bersertifikat , berdaya saing tinggi, dan memiliki nilai jual tinggi di berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Tokoh agama yang juga pengamat pendidikan KH Jazir ASP menambahkan, terkait dengan krisis generasi yang berkarakter, karakter bangsa yang hilang di negeri ini adalah karakter kemerdekaan, yakni bebas dari ketergantungan pihak lain dalam membangun negara. Dalam filosofi ‘Kiai’, jelasnya, seseorang tidak akan menjadi ‘kiai’ jikalau dirinya masih tergantung dengan makhluk bukan<em> Kholiq</em> (Allah Sang Pencipta). Dan dalam implementasinya, nilai kemerdekaan sebagai karakter bangsa terwujud dari besarnya pengabdiannya pada bangsanya itu, dalam hal ini dirinya menganalogikan ‘santri Gontor’ dan sejarah pendidikan di Indonesia.</p>
<p>“Bung Karno mengatakan, kemerdekaan itu ada tiga unsur utama, pertama berdaulat politik sesuai dengan aturan negara, kedua merdeka secara ekonomi, yakni mandiri dalam bidang ekonomi dan pangan. Dan  yang ketiga adalah berkepribadian nasional dalam bidang budaya. Maka sebenarnya kita ‘benar – benar’ masih berada di ‘depan gerbang’ kemerdekaan”tegasnya.</p>
<p>Disisi lain, Drs. Bambang Sucipto MPdI mewakili pimpinan UMY menyoroti para elit (pendidikan) sebagai penyebab carut marutnya pendidikan di Indonesia. Para elit itu, menurut asumsinya, tidak memiliki visi yang jelas atau kosong. “Merujuk pada China akhir 70an, dimana semua warganya bermimpi mengubah negaranya menjadi kaya pada 25 tahun mendatang. Oleh karena itu, yang dilakukan adalah merombak visi secara total. Maka yang terjadi kini, China menjadi negara terkaya kedua di dunia di bawah Amerika”urainya.Jadi, yang perlu ditekankan adalah visi pendidikan, mau dibawa ke mana sistem pendidikan di Inonesia ini, menurutnya. Berbagai ketimpangan yang terjadi antara PTN dan PTS di Indonesia pun menjadi penyebab lain lemahnya sumber daya manusia dalam rangka memajukan sistem pendidikan. “Berbagai program internasional diselenggarakan namun hanya menciptakan sumber daya ekslusif saja”sebutnya.</p>
<p>Sementara menurut Dosen Seni Rupa UNY Drs. Hajar Pamadhi, krisis karakter bangsa disebabkan oleh kealphaan filsafat pendidikan. “Pendidikan di Indonesia, bukan hanya tidak memiliki visi, melainkan tidak punya filsafat pendidikan. Padahal, filsafat itu inti dari sebuah sistem pendidikan”ujarnya.</p>
<p>Pendidikan di Indonesia, menurutnya, kini telah hilang arah, tak tentu ingin menuju ke mana. Hal ini disebabkan oleh gesekan kuat dari pesatnya kemajuan zaman sehingga menurut alumni SMAN 1 Yogya ini, pendidikan Indonesia menjadi melenceng. “Dari (menulis dengan) ‘saba` beralih pada I-phone atau Ipad. Jadi, dari otak – hati manusia beralih pada otak komputer, tidak jelas arah tujuannya”sebutnya.</p>
<p>Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar Yogyakarta, yang masih dijuluki sebagai Kota Pendidikan, menjadi pelopor dalam membenahi sistem pendidikan di Indonesia ini. “Sebagai Kota Pendidikan, seyogyanya Yogyakarta ini mampu mengawali dalam menegakkan filsafat pendidikan pada sistem pendidikannya”pintanya.</p>
<p>Sementara itu, menyinggung soal tingginya perilaku pragmatis di Indonesia menurut Rektor UAJY Dr. R. Maryatmo, MA, disebabkan oleh sistem hukum tidak memberikan penguatan dalam penegakan hukum terhadap kaum lemah. “Sementara  persaingan semua aspek yang semakin kentara, menjadikan kaum lemah melakukan segala cara untuk <em>survive</em>. Ini sumber pragmatism”terangnya.Berbagai contoh disebutkannya, tidak adanya kebijakan anggaran yang berorientasi pada masyarakat kecil. “Jikalau subsidi BBM ditiadakan namun tetap dialokasikan pada pendidikan dan kesehatan masyarakat, maka percepatan kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan akan segera terwujud”tambahnya. “Kalau program pendidikan wajib belajar 12 tahun betul betul dapat diterapkan, maka ke depan, pasti akan meniadakan jasa TKI tanpa sertifikat karena SDM Indonesia semuanya telah melek huruf hingga level SMA. Bahkan, sudah bukan lagi katak dalam tempurung,”lanjutnya.</p>
<p><strong>Revitalisasi Yogyakarta sebagai &#8216;Kota Pendidikan&#8217;</strong></p>
<p>“Sebagai Kota pendidikan, semestinya Yogyakarta dapat mencetuskan dan menerapkan suatu visi pendidikan yang khas lokal (<em>local genious</em>) Yogyakarta”ungkap Casmini, <em>Center for Teaching Staff Development</em> (CTSD), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.</p>
<p>Mengenai sertifikasi dosen, tambahnya, banyak dijumpai kelemahan. Dosen hanya disibukkan dengan upaya melengkapi berkas – berkas sebagai syarat sertifikasi. Hal ini perlu menjadi sorotan juga, sebab menurutnya, pendidikan karakter yang diidamkan sejatinya bermula dari dosen, “Perlu pengkajian ulang mengenai program sertisikasi dosen ini”usulnya.</p>
<p>Menjawab sorotan mengenai DIY (Yogya) sebagai ‘Kota Pendidikan’, Haryadi Suyuti mengajak para penyelenggara pendidikan di masing – masing daerah kabupaten dan kota di DIY untuk memaksimalkan perannya dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Kualitas pendidikan di DIY ini merupakan tanggung jawab dan komitmen dari semua pihak, bukan hanya di kota Yogya saja”tegasnya.</p>
<p>Mengenai kota pendidikan sendiri, imbuhnya, “Apa <em>sih</em> sebenarnya yang bisa diberikan oleh jajaran masing – masing daerah terhadap kontribusi pendididikan itu sendiri. Kalau anda sekolah di Jogja, anda akan dapat apa, ini yang harus dijawab kita bersama”. Menurut Haryadi, semestinya jawabannya adalah pendidikan murah namun tetap berkualitas, keamanan dan kenyamanan berstudi, serta kuatnya jaringan (network) ke berbagai pihak. “Jaringan Alumni Yogya yang tersebar di berbagai penjuru inilah akan sangat terasa manakala telah berada pada jenjang pekerjaan setelah studi di bangku kuliah. Mari kita cetuskan para alumni yang mampu berkompetisi, berdaya saing tinggi dan mudah mengakses lini pekerjaan”terangnya.</p>
<p>Selama ini, pihaknya berupaya guna menjadikan sekolah itu sebagai tempat yang paling menyenangkan bagi para pelajarnya. “Upaya ini diwujudkan dengan penindakan keras bagi para pelajar tawuran, meminimalisir tugas siswa yang terlalu memberatkan, melarang adanya hukuman fisik, perploncoan, dan lain semisalnya. Pendidikan bukan hanya mengajarkan mengenai akademik melainkan nilai (value), <em>smart is not everything</em>, namun pelajar berkarakter, bermartabat, dan berintegritas itulah tujuan utama”ucapnya yakin.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.uii.ac.id/content/view/1684/257/?lang=id">http://www.uii.ac.id/content/view/1684/257/?lang=id</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1802&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/18/jogja-education-club-2-di-uii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radikalisme Agama</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/17/radikalisme-agama/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/17/radikalisme-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 10:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tragedi 11 September 2001, di mana dua pesawat dengan penumpang penuh menabrak gedung kembar WTC (World Trade Center) di New York, AS, istilah radikalisme agama yang sering diidentikkan dengan terorisme banyak digunakan, lebih-lebih setelah peristiwa Bom Bali 12 Oktober 2002.  Dan penggunaan istilah radikalisme atau terorisme sering sengaja atau tidak dialamatkan kepada umat Islam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1797&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah tragedi 11 September 2001, di mana dua pesawat dengan penumpang penuh menabrak gedung kembar WTC (World Trade Center) di New York, AS, istilah radikalisme agama yang sering diidentikkan dengan terorisme banyak digunakan, lebih-lebih setelah peristiwa Bom Bali 12 Oktober 2002. <span id="more-1797"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan penggunaan istilah radikalisme atau terorisme sering sengaja atau tidak dialamatkan kepada umat Islam, yang menurut Dr. Ahmad Syafii Maarif, hal ini merupakan semacam kecelakaan sejarah. Menjadi demikian karena memang posisi Islam sebagai kekuatan peradaban sedang berada di buritan.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam sangat tersudut, karena pelaku teroris mayoritas beragama Islam dan dalam aksinya selalu menggunakan simbol-simbol Islam. Bahkan, media massa yang didominasi oleh media Barat menuduh Islam sebagai basic Idea dari terorisme, dan pesantren-pesantren yang banyak tersebar di Indonesia dituding sebagai sarang teroris.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya apa yang dimaksud dengan radikalisme?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah buku sederhana berjudul Islam dan Radikalisme (2004), Rahimi Sabirin menjelaskan bahwa radikalisme adalah pemikiran atau sikap keagamaan yang ditandai oleh empat hal, yaitu: (1) sikap tidak toleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, (2) sikap fanatik, yaitu selalu merasa benar sendiri (paling benar), menganggap orang lain salah, (3) sikap eksklusif, yaitu membedakan (memisahkan) diri dari kebiasaan umat Islam kebanyakan, dan (4) sikap revolusioner, yaitu cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Umumnya radikalisme muncul dari pemahaman agama yang tertutup dan tekstual. Kaum radikal selalu merasa sebagai kelompok yang paling memahami ajaran Tuhan, karena itu mereka suka mengkafirkan orang lain atau menganggap orang lain sebagai sesat. Dalam sejarahnya, terdapat dua wujud radikalisme, yaitu (1) radikalisme dalam pikiran, yang sering disebut sebagai fundamentalisme, dan (2) radikalisme dalam tindakan, yang sering disebut sebagai terorisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak kapan radikalisme muncul?</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap fanatik, intoleran dan eksklusif dalam masyarakat Islam pertama kali ditampakkan oleh Kaum Khawarij sejak abad pertama Hijriyah.  Kaum Khawarij pada mulanya merupakan pengikut Khalifah Ali bin Abu Thalib (sering disebut sebagai kelompok Syi&#8217;ah). Sejarah tentang Khawarij berawal dari perang Shiffin. yaitu perang antara pasukan Ali melawan pasukan Muawiyah, pada tahun 37 H/648 H.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika perang berlangsung dan kelompok Ali hampir memenangkan perang, Muawiyah menawarkan perundingan sebagai penyelesaian permusuhan. Ali menerima tawaran Muawiyah. Kesidaan Ali untuk berunding menyebabkan kurang lebih empat ribu pengikut Ali memisahkan diri dan membentuk kelompok baru yang dikenal dengan Khawarij (artinya keluar atau membelot). Kelompok ini menolak perundingan. Bagi mereka, permusahan hanya bisa diselesaikan dengan Kehendak Tuhan, bukan perundingan.  Karena kelompok Ali melakukan perundingan, maka dianggap sebagai kafir, dan dituduh sebagai pengecut. Kafir dan pengecut dipakai oleh kelompok Khawarij untuk kelompok-kelompok moderat. Kelompok Khawarij pun melalukan teror dan kekerasan terhadap orang-orang Islam yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka bahkan memasukkan JIHAD sebagai  RUKUN IMAN.  Dan, Ali bin Abu Thalib pun dibunuh oleh seorang Khawarij &#8211;Ibnu Muljam&#8211; ketika sedang shalat subuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemikiran dan sikap keagamaan model Khawarij ternyata diteruskan oleh faham Wahabi di Arab Saudi pada abad ke12 H/18 M yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Gerakan ini bermaksud memurnikan ajaran Islam, dan menuduh kaum muslim yang tidak sependapat dengan mereka disebut sebagai Islam sesat, tidak asli, atau menyimpang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai sekarang, radikalisme Islam terus berkembang. Radikalisme demikian tidak mudah dihilangkan karena terkait dengan pemahaman teologi dan syariat Islam yang kaku. Kekuasaan Barat yang semakin dominan menguasai Islam, menjadikan kekuatan radikalisme ini semakin menguat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">(bersambung &#8230;.)</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1797&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/17/radikalisme-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Siap Gelar Ujian Nasional 2012</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/15/pemerintah-siap-gelar-ujian-nasional-2012/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/15/pemerintah-siap-gelar-ujian-nasional-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 09:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1774</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012. Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. &#8220;Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,&#8221; ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1774&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/launching_un.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1775" title="launching_un" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/launching_un.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a>Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. &#8220;Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,&#8221; ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.<span id="more-1774"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi. (aline)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/138</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1774&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/15/pemerintah-siap-gelar-ujian-nasional-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/launching_un.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">launching_un</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Kelompok Masyarakat Miskin</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/14/peran-kelompok-masyarakat-miskin/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/14/peran-kelompok-masyarakat-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[Iseng membuka-buka file lama di tengah kesibukan menunggu terkumpulkannya nilai-nilai untuk laporan hasil belajar siswa semester 1 tahun ajaran ini,  menemukan tulisan lama tentang peran kelompok miskin, dan terdorong untuk menuliskan kembali di blog ini. Walau tidak jelas manfaat apa yang dapat diambil dari membaca tulisan ini, setidaknya pembaca akan memperoleh pengertian bahwa setiap unsur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1768&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/kelompok-miskin.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1771" title="kelompok miskin" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/kelompok-miskin.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Iseng membuka-buka file lama di tengah kesibukan menunggu terkumpulkannya nilai-nilai untuk laporan hasil belajar siswa semester 1 tahun ajaran ini,  menemukan tulisan lama tentang peran kelompok miskin, dan terdorong untuk menuliskan kembali di blog ini. Walau tidak jelas manfaat apa yang dapat diambil dari membaca tulisan ini, setidaknya pembaca akan memperoleh pengertian bahwa setiap unsur dari sebuah sistem sosial (masyarakat) mempunyai manfaat atau fungsinya.<span id="more-1768"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini diawali dengan kutipan dari word Economic Report, 1998, bahwa terdapat lima kawasan dengan penduduk miskin absolut terbesar, yaitu Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, Asia Tenggara, Negara-negara Balkan dan Rusia. Di kawasan ini terdapat 1,2 milyard penduduk miskin, atau 62 persen dari penduduk miskin dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum miskin oleh banyak pihak lebih banyak dipandang sebagai penduduk yang secara ekonomi mengalami ketertinggalan dan tidak jarang dinilai sebagai bagi masyarakat. Namun, jika percaya pada teoeri sistem, bahwa sekecil dan seremeh apapun unsur sosial, tentu terdapat manfaat yang dapat diambil. <strong>Gerbert J. Gans </strong> (American Journal of Sociology, September 1972: 275-289) menulis tentang  <strong>peranan positif kaum miskin</strong> yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Dalam bidang ekonomi: (1) menjamin terselesaikannya pekerjaan kasar, kotor dan berbahaya, bersifat sementara dan bergaji rendah  (<strong><em>unskill </em></strong>), (2) orang miskin bersedia menjadi buruh berupah rendah, dan (3) sumbangan keuntungan bagi <strong><em>the have</em></strong>: orang miskin bersedia menjadi buruh berupah rendah, (4) menciptakan lapangan pekerjaan: kaki lima, pemulung, calo, tukang rombeng, dst., dan (5) dan, pekerja sosial, aktivis kemanusiaan, agamawan, dan semacamnya, menjadi lebih bermakna, (6) pasar untuk barbek, makanan kadaluwarsa, beras jatah, pakaian rombeng, dst.</p>
<p align="left"> <strong>Di bidang Sosio-kultural</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Peranan kelompok miskin di bidang sosio-kultural, paling tidak (1) dapat dijadikan “korban” kepentingan masyarakat banyak: pembangunan jalan, fasum, dst., (2) peluang untuk menjalankan peran kemanusiaan atau keagamaan,  (3) kesempatan golongan kaya menikmati moral yang longgar: pelacuran, premanisme, pornografi, (3) tolok ukur kelas, sehingga <strong><em>the have not</em></strong>  merupakan jaminan status kepada mereka yang tidak miskin, dan (4) memberikan “kesibukan” kepada yang tidak miskin sebagai filantropi, para bangsawan, klub-klub eksklusif, kelompok ibu-ibu, para tokoh agama shg kedudukan kelompok ini menjadi mantap. <strong><em>Religious Instink </em></strong>dari kelompok tidak miskin pun dapat tersalurkan.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Tidak kalah pentingnya, dari sejarah peradaban manusia dapat diketahui bahwa kelompok miskin telah menyumbang  kemajuan peradaban manusia: gedung-gedung pencakar langit, perumahan megah, monumen kebanggaan bangsa ternyata dalam pembangunannya memanfaatkan tenaga dari kelompok miskin. Di bidang kebudayaan, ternyata kebudayaan “rendah” the have not telah ditiru oleh orang kaya: musik jazz, blues, ataupun dangdut.</p>
<p align="left"><strong>Di Bidang Politik</strong></p>
<p align="left">Di bidang politik, peranan positif kaum miskin antara lain, (1) dijadikan simbol perjuangan politik: “membela kaum miskin” adalah tema kampanye pemilu yang gampang dicerna dan laku dijual, (2) memberikan kesempatan para birokrat dan pemeran politik menunjukkan keberhasilan mereka … “mengentaskan rakyat dari kemiskinan melalui transmigrasi, dan (3) kaum miskin adalah penyumbang suara terbesar dalam pemilu.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Demikianlah kira-kira, dan semakin yakin bahwa setiap unsur dalam sistem sosial tentu ada peran atau fungsinya.</p>
<p align="right">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1768/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1768&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/12/14/peran-kelompok-masyarakat-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/12/kelompok-miskin.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kelompok miskin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontravensi apa Kontraversi, sih?</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/11/14/kontravensi-apa-kontraversi-sih/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/11/14/kontravensi-apa-kontraversi-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 13:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1732</guid>
		<description><![CDATA[Dalam forum pertemuan antara teman-teman MGMP Sosiologi Kota Malang dengan Yogyakarta di SMA Negeri 11, pada Senin, 14 November 2011, ada sebuah pernyataan dari seorang teman dari Malang bahwa yang di buku-buku sosiologi disebut kontravensi itu sebenarnya salah, dan yang benar adalah kontraversi. Menurut beliau penggunaan istilah tersebut di buku-buku dan soal-soal ujian nasional perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1732&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam forum pertemuan antara teman-teman MGMP Sosiologi Kota Malang dengan Yogyakarta di SMA Negeri 11, pada Senin, 14 November 2011, ada sebuah pernyataan dari seorang teman dari Malang bahwa yang di buku-buku sosiologi disebut kontravensi itu sebenarnya salah, dan yang benar adalah kontraversi. Menurut beliau penggunaan istilah tersebut di buku-buku dan soal-soal ujian nasional perlu dibetulkan. Sebenarnya istilah apa sih yang benar?<span id="more-1732"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya ingin menjawab dengan pengetahuan yang saya miliki, tetapi ketika itu situasinya menurut saya tidak pas, walaupun sebenarnya acaranya adalah sharing masalah-masalah MGMP, sehingga saya justru hanya tersenyum tidak mengiyakan ataupun menidakkan. Menurut perhitungan saya, dalam forum pertemuan yang bernuansa silaturahmi dan santai itu tidak semestinya diwarnai dengan perbedaan pendapat. Tapi akibatnya dalam perjalanan pulang dari acara tersebut, saya merasa bersalah, karena jangan-jangan sikap tersenyum saya dimaknai oleh teman-teman sebagai membenarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, kontravensi adalah istilah yang diperkenalkan oleh Soerjono Soekanto dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar yang ditulis pertama kali pada tahun 1982. Buku ini telah beberapa kali cetak ulang dan revisi. Pada penerbitan edisi baru tahun 1990, terhadap buku ini telah dilakukan perubahan-perubahan yang agak menyeluruh, baik pada sistematika maupun substansi. Dan, istilah kontravensi pun masih ditemukan sebagai salah satu bentuk proses sosial disosiatif.  Bahkan, pada cetakan ketigapuluh empat edisi keempat yang dicetak pada September 2002, istilah kontravensi itu pun masih dipakai. Maka, sebenarnya kalau istilah kontravensi itu disebut salah cetak dari kontraversi sebenarnya juga tidak begitu tepat. Berkali-kali cetak dan revisi istilah itu tetap dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan saya itu bukanlah suatu kesalahan, dan istilah kontravensi tetap saja bisa digunakan dalam peristilahan sosiologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah itu juga terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia: kontravensi (kon.tra.ven.si) /kontravénsi/ yang diposisikan sebagai nomina dengan arti proses persaingan dan pertikaian yg ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yg disembunyikan thd kepribadian seseorang (n Psi).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dalam Ensiklopedia Britanica, terdapat juga istilah con·tra·ven·tion (noun \ˌkän-trə-ˈven(t)-shən\), yang diartikan sebagai the act of contravening : violation.</p>
<p style="text-align:justify;">Justrtu yang tidak ditemukan di kamus adalah istilah kontraversi. Yang ada adalah kontroversi, yang artinya adalah perdebatan; (nomina), atau juga pertentangan pendapat.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian lebih kurangnya, mohon pencerahan dari pihak-pihak yang mengetahui duduk persoalan istilah ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1732&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/11/14/kontravensi-apa-kontraversi-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JEC = Jogja Education Club</title>
		<link>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/10/28/jec-jogja-education-club/</link>
		<comments>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/10/28/jec-jogja-education-club/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 14:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agsasman3yk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agsasman3yk.wordpress.com/?p=1712</guid>
		<description><![CDATA[Di Aula KR pada Rabu 26 Oktober 2011 hadir kurang lebih 50 orang, mereka adalah para rektor perguruan tinggi, anggota dewan pendidikan kabupaten/kota di DIY,  pengamat pendidikan, dan juga para pelaku pendidikan, guru dan dosen, juga hadir birokrat pendidikan dan wakil dari kepolisian. Mereka berkumpul untuk melakukan inventarisasi masalah pendidikan di DIY. Penggagas pertemuan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1712&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/10/020db60d3016dbf4f64c90cab3d7e7bd.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1716" title="020db60d3016dbf4f64c90cab3d7e7bd" src="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/10/020db60d3016dbf4f64c90cab3d7e7bd.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Di Aula KR pada Rabu 26 Oktober 2011 hadir kurang lebih 50 orang, mereka adalah para rektor perguruan tinggi, anggota dewan pendidikan kabupaten/kota di DIY,  pengamat pendidikan, dan juga para pelaku pendidikan, guru dan dosen, juga hadir birokrat pendidikan dan wakil dari kepolisian. Mereka berkumpul untuk melakukan inventarisasi masalah pendidikan di DIY. Penggagas pertemuan ini adalah KR, yang melalui direktur utamanya (dr Gun Nugroho Samawi) yang alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta menyampaikan bahwa pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka &#8220;KR PEDULI PENDIDIKAN&#8221; untuk menjawab dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah pendidikan dalam sebuah forum yang diberi nama &#8220;Jogja Education Club&#8221; atau disingkat JEC. <span id="more-1712"></span>Kata pak Dirut KR, &#8220;Ini adalah bentuk keberpihakan KR yang telah berusia 66 tahun kepada masyarakat, untuk memajukan pendidikan di DI Yogyakarta.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pada prolog yang tertulis di proposal kegiatan, dikemukakan antara lain bahwa sebutan Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan belakangan ini dipertanyakan. Indikatornya antara lain menurunnya Hasil Ujian Nasional baik di tingkat SMP/MTs maupaun SMA/MA/SMK yang jika dibandingkan dengan propinsi lain berada pada urutan kedua dari bawah. Indikator lain adalah menurunnya animo orang luar DIY yang menjadi mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi DIY.  Forum ini dibentuk untuk membangkitkan kembali romantisme di masa lalu sehingga julukan sebagai kota pendidikan tidak dipertanyakan lagi, dan banyaknya tokoh-tokoh alumni DIY yang berperan tangguh di berbagai sektor kehidupan di hampir semua propinsi di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa masalah besar disampaikan oleh para tokoh pendidikan DIY dalam forum putaran pertama tersebut, antara lain oleh Prof. Eddy Suandi Hamid (Rektor UII), Dr. Maryatmo (Rektor UAJY), Kiai Jazir ASP, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul pak Idham Samawi, Dr. Sari Murti Widiyastuti &#8211; Dekan Fakultas Hukum UAJY, Guru SMA K D&#8217;Brito: Drs. St. Kartono, dan lain-lain, termasuk dari pihak Kepolisian Daerah Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini dibuat dengan maksud mendokumentasikan permasalahan-permasalahan yang berhasil diinventarisasi dalam forum tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembicara Pertama, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Rektor UII),  antara lain menyampaikan bahwa walaupun berada di ruang lingkup kerajaan, tetapi model pendidikan di Yogyakarta tidak feodal, tetapi demokratis dan murah. Buktinya, beliau yang kelahiran Palembang dapat menjadi Rektor di UII. Hal ini tidak mungkin kalau pendidikan Yogyakarta tidak demokratis. Pendidikan di Yogyakarta yang dikenal murah (dulu) tetapi berkualitas membuat orang-orang dari luar Yogyakarta berbondong-bondong kuliah di Yogyakarta. hanya saja sekarang terjadi pergeseran karena biaya hidup dan pendidikan di Yogyakarta kian melejit. Hal ini perlu intervensi dari pemkot/pemkab, misalnya retribusi rumah kost digratiskan, dan juga papan nama lembaga pendidikan tidak perlu menjadi objek retribusi. Masalah yang terkait dengan pendidikan karakter, tidak mudahnya pendidikan menghasilkan tokoh-tokoh alumni berkarakter antara lain karena pengaruh kapitalisme, sehingga sekolah, perguruan tinggi, dan segenap tenaga kependidikannya juga cenderung kapitalis. Kapitalisme terlanjut menjadikan masyarakat berpola konsumtif dan mengimpor apa-apa dari negeri maju, termasuk pendidikan. Pihak terkait harus hati-hati dalam hal ini, karena kita sudah mengimport teknologi pertambangan, pasar, dan juga industri, keadaan masyarakat kita akan lebih parah kalau pendidikan pun akhirnya kita impor, jika demikian jati diri kita sebagai bangsa Indonesia akan hilang dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembicara kedua, HM Idham Samawi, mantan Bupati Bantul yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul, mengawali dengan menyatakan bahwa beliau menggunakan logika sederhana, jika ingin mencerdaskan atau memintarkan siswa, maka yang harus dibuat cerdas dan pintar dulu adalah guru-gurunya. Itulah kenapa pemkab Bantuk bertekat menyekolahkan guru-guru Bantul sehingga berpendidikan S2. Sekarang ini di Indonesia, kabupaten dengan guru-guru berpendidikan S2 terbanyak adalah kabupaten Bantul. Dan, hasilnya, setidaknya Hasil Ujian Nasional Bantul adalah terbaik dibanding kabupaten  lain dan Kota di DI Yoyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Idham juga menyampaikan bahwa hasil pendidikan di Yogyakarta di masa lalu sangat bagus. Dari pengalamannya mengunjungi 171 kabupaten pada 33 provinsi di Indonesia, selalu bertemu dengan tokoh-tokoh yang menduduki jabatan-jabatan strategis, mulai dari camat sampai dengan gubernur yang alumni Yogyakarta. Paling tidak umur mereka sekarang ini 40 tahun, jadi kira-kira produk pendidikan Yogyakarta pada tahun-tahun 90-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Kiai Jazir ASP yang di samping sebagai tokoh agama juga menjadi pengamat dan pemerhati pendidikan, menyampaikan bahwa Yogyakarta menjadi kota pendidikan itu tidak lepas dari faktor sejarah, Yogyakarta ini berpusat di Kraton yang merupakan pusat kebudayaan, akibat dari ini Yogya menjadi pusat pendidikan. Banyaknya tokoh yang merupakan alumni Yogyakarta yang tersebar di mana-mana, kerinduan mereka kepada Yogyakarta mendorong kota Yogyakarta menjadi pusat pariwisata. Kiai Jazir menyatakan bahwa karakteristik pendidikan Yogyakarta itu santun. Maka sebagaiman pesan Sultan HB IX yang bahwa Kota Yogyakarta hendaknya menjadi kota pendidikan bagi para pemimpin dari Sabang sampai Merauke.  Kekuatan budaya itulah yang menjadikan alumni Yogyakarta memiliki jiwa republikan dan berkarakter.  Kalau tidak, maka alumni Yogyakarta hanya akan menjadi tukang-tukang saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr. R. Maryatmo MA, Rektor UAJY, menyampaikan tentang perlunya pendidikan gratis bagi masyarakat yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah atau perguruan tinggi negeri. Orang-orang hebat itu lahir dari pendidikan yang murah. pak Maryatmo menyampaikan pengalaman-pengalaman di UAJY, bahwa mahasiswa-mahasiswa berprestasi itu justru datang dari keluarga-keluarga yang kurang mampu.  Dari pengamatan beliau, mahasiswa-mahasiswa dari keluarga kurang mampu ini lebih punya tanggung jawab lebih dari yang lain. Sehingga, prestasi-prestasi yang membanggakan itu bukan karena ketercukupan materi dan fasilitas pendidikan dari keluarga, tapi justru oleh adanya rasa tanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti, menyampaikan data tentang kriminalitas yang dilakukan oleh para pelajar dan mashasiswa. Yang mengagetkan adalah bahwa narkotika dan obat-obat terlarang itu sudah menggejala di tingkat sekolah dasar.  Anak-anak itu dibujuk untuk memakai secara gratis, baru kalau kemudaian ketagihan dan meminta dikenakan tarip. AKBP Anny menegaskan bahwa narkoba itu secara nyata menjadi ancaman dunia pendidikan, dan akan menggerogoti generasi muda. Tentang kriminalitas, seperti tawuran pelajar, pada umumnya berawal dari pertandingan olahraga persahabatan antar-sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dekan Fakultas Humum UAJY, Dr. Sari Murti W, menyampakan bahwa masalah lain di pendidikan adalah maraknya pornografi dan kebebasan seksual di kalangan pelajar, yang bisa jadi berawal dari warnet. Warnet menyumbang terjadinya beberapa kasus pernikahan dini. Pelajar ke warnet, semula bermaksud mengerjakan tugas-tugas dari guru sekolahnya, tetapi menjadi tak terkendali ketika justru melihat sesuatu yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Hajar Parmadi, dosen seni rupa UNY, menyampaikan tentang  budaya visual yang semakin tak terkendali melanda para pelajar bahkan mulai dari tingkat sekolah dasar, sampai-sampai ada anak di bawah umur yang merengek meminta dibelikan pembalut wanita kepada orangtuanya. Ini salah satu contoh korban dari semakin tidak terkendalinya budaya visual. Siapa yang tidak mengelus dada melihat pelajar tidak punya sopan santun, suka tawuran, terlibat pornografi, memakai narkoba, dan hobi kebut-kebutan? Hal ini tidak lepas dari pendidikan karakter yang belum bisa diserap dengan baik oleh pelajar. Jika pendidikan karakter dijadikan kurikulum baku, yang menjadi hasilnya hanyalah &#8220;kognitif tentang karakter&#8221;. Yang justru lebih penting adalah penyadaran dan pembiasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Drs. St Kartono, guru SMA K D&#8217;brito menggaris bawahi pernyataan pak Idham Samawi, bahwa untuk membuat pintar atau cerdas para siswa, guru harus pintar dan cerdas. Guru merupakan aktor utama dari pendidikan, sehingga sudah selayaknya perhatian terhadap guru harus lebih baik, sehingga guru dapat dengan nyaman dan baik memperbaiki dirinya. Berkait dengan adanya kritik-kritik bahwa materi-materi yang disampaikan oleh guru kepada siswa-siswanya tidak membumi, jika demikian keadaanya maka penguatan guru merupakan hal penting. Guru perlu mampu menunjukkan dan menerapkannya dalam pembelajaran di kelas suatu tingkatan pengetahuan tentang disiplin ilmu yang relevan, proses pembelajaran siswa dengan menggunakan sumber-sumber dan media pembelajaran. Akses guru terhadap buku-buku dan bacaan-bacaan mutakhir akan menghadirkan sosok guru yang <em>well-informed. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em>Ketidakmampuan guru membawa siswa ke arah nilai-nilai humanistik dan pengalaman-pengalaman manusiawi sangat mungkin disebabkan oleh beban kurikulum dan target-target ujian nasional, yang kadang menjadikan guru sebagai tukang mengajar yang tertib, meskipun harus kehilangan kesempatan untuk memberikan kedalaman materi.</p>
<p style="text-align:justify;">St. Kartono menegaskan bahwa persoalan fisik dan material bagi guru kiranya akan menyemangati guru untuk terus maju. Berbagai tunjangan atau pernik-pernik kesejahteraan untuk guru tidak boleh tersendat-sendat lagi, tunjangan-tunjangan bagi guru pun mestinya tidak boleh dipermainkan dengan mengulur-ngulur waktu untuk menerimakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian antara lain yang sempat penulis dokumenkan dari pertemuan di Aula KR pada 26 Oktober 2011. Tak semua masalah pendidikan teriventarisasi pada forum tersebut, belum semua yang hadir sempat bicara, walaupun waktu diskusi telah diperpanjang 60 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, selamat berjumpa lagi di Diskusi Jogja Education Club (JEC) Putaran Kedua yang insya Allah diselenggarakan di UII atas unduhan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;">Agus Santosa,</p>
<p style="text-align:justify;">Guru SMA Negeri 3 Yogyakarta,</p>
<p style="text-align:justify;">peserta diskusi JEC Putaran 1 di Aula KR.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agsasman3yk.wordpress.com/1712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agsasman3yk.wordpress.com/1712/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agsasman3yk.wordpress.com&amp;blog=8554229&amp;post=1712&amp;subd=agsasman3yk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agsasman3yk.wordpress.com/2011/10/28/jec-jogja-education-club/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.724834 110.266836</georss:point>
		<geo:lat>-7.724834</geo:lat>
		<geo:long>110.266836</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2dda4efd9839775d6c5e429d1c8cc0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agsasman3yk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agsasman3yk.files.wordpress.com/2011/10/020db60d3016dbf4f64c90cab3d7e7bd.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">020db60d3016dbf4f64c90cab3d7e7bd</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
