Mengapa Sosiologi di SMA diajarkan?


APA DAN MENGAPA SOSIOLOGI?

Apakah Sosiologi?
Sosiologi mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematik berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode, sosiologi adalah cara berfikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
Mengapa Sosiologi diajarkan di sekolah menengah?
Pengajaran sosiologi di sekolah menengah berfungsi untuk meningkatkan kemampuan siswa mengaktualisasikan potensi-potensi diri mereka dalam mengambil dan mengungkapkan status dan peran masing-masing dalam kehidupan sosial dan budaya yang terus mengalami perubahan
Tujuan pengajaran sosiologi di sekolah menengah mencakup dua sasaran, yang pertama  bersifat kognitif dan yang kedua bersifat praktis. Secara kognitif pengajaran sosiologi di SMA dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dasar sosiologi agar siswa mampu memahami dan menelaah secara rasional komponen-komponen dari individu, kebudayaam dan masyarakat sebagai suatu sistem.  Sementara itu secara praktis sosiologi dimaksudkan untuk mengembangkan ketrampilan sikap dan perilaku siswa yang rasional dan kritis dalam menghadapi kemajemukan masyarakat, kebudayaan, situasi sosial serta berbagai masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari
Apa yang menarik dalam Sosiologi ?
Pernyataan-pernyataan sosiologi terkadang mengagetkan sebagian (besar) orang yang berpandangan bahwa semua hal memang seharusnya demikian. Taken from granted! Apa tujuan pemerintah mendirikan sekolah? Jawabnya bermacam-macam: Untuk mengajarkan budaya dan nilai-nilai masyarakat kepada para pemuda, untuk menyiapkan orang-orang menuju  dunia kerja, untuk mengajari anak-anak tentang kebudayaan masyarakat di mana seseorang tinggal, untuk menciptakan sistem kelas dan menyadarkan orang tentang kedudukannya dalam masyarakat, untuk menciptakan tenaga kerja terlatih, dsb., tapi jangan lupa bahwa sekolah didirikan juga untuk: menghindari anak-anak berkeliaran di jalanan atau di tempat-tempat permainan dan ketangkasan sebelum mereka cukup siap untuk masuk ke dunia kerja, dan … (jangan kaget): memberikan pekerjaan kepada banyak orang yang tidak punya ketrampilan apa pun kecuali mengajar!Memang sedikit banyak berbeda dengan agama dan ilmu-ilmu moral, sosiologi lebih menekankan pada gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa sosial yang secara nyata terjadi dalam masyarakat, sedang ilmu agama atau moral menekankan pada bagaimana idealnya suatu peristiwa dalam masyarakat itu terjadi. Maka, pengertian musyawarah menurut agama atau moral dapat berbeda dengan pengertian sosiologi. Secara sosiologis musyawarah dapat berarti keinginan atau kehendak pihak-pihak yang berkuasa yang dengan terpaksa disepakati oleh pihak-pihak yang tidak berkuasa! Yah, definisi ideal memang tidak selalu sejalan dengan definisi sosial!

3 thoughts on “Mengapa Sosiologi di SMA diajarkan?

  1. Menurut saya sosiologi seharusnya bukan menjadi suatu bahan ajaran tapi sebagai suatu bahan arahan,karena yang saya tahu sosiologi mempelajari apa yang individu lakukan setiap harinya,oleh sebab itu lebih baik diarahkan daripada diajarkan karna kalau diajarkan akan memaksakan untuk pemenuhan suatu teori tapi kalau diarahkan berdasarkan teori masing-masing individu namun di anjurkan

    • Wow … tetapi terkait dengan sosiologi di-UN-kan, maka guru2 mengajarkan sosiologi ya akhirnya berbasis materi ….
      Makasih telah berkenan mampir di blog
      Salam!

  2. Bagi saya sosiologi itu lebih dari sekedar ilmu ataupun metode. Pembelajaran sosiologi hendaknya meliputi tiga domain: orthodoxi (pengajaran), orthopathi (sikap), dan orthopraxi (pembiasaan hidup/habituasi). Jadi, sosiologi itu pada dasarnya refleksi kritis atas realitas sosial atau masalah sosial di sekitar kita dan berdasarkan hasil refleksi tersebut kita harus melakukan resolusi sosial (pemecahan masalah yang sifatnya idealis pragmatis). Dan jangan lupa sosiologi syarat dengan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa. Maka, berbahagialah kita yang dipanggil untuk berbagi ilmu sosiologi dalam rangka mengasah, mengasuh dan mengasihi anak bangsa. Gloria Dei Homo Viven Est

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s