Mayoritas terdominasi


Tidak berubah dari keadaan pada masa orde baru. Partai-partai Islam tergulung gelombang partai sekuler. Partai Islam belum pernah menjadi leader, tetapi lebih memposisikan sebagai pengikut (folower), untuk tidak menyebutnya sebagai pengekor dari partai sekuler. Dalam koalisi pilpres kemarin, tampak sekali bagaimana peran sebagai pengikut itu dimainkan secara cukup kedodoran. Padahal, kalau pemimpin partai Islam itu punya sedikit harga diri dan punya kesediaan untuk bersatu, suara umat Islam layak untuk diperhitungkan. Namun, ketika partai Islam lebih memilih sebagai serpihan lalu menempel pada koalisi, habis sudah peluang untuk membuat green coalition tang sebenarnya sangat didambakan oleh umat Islam. (Suara Muhammadiyah Nomor 14, Juli 2009).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s