Gojekan Gus Dur


Satu hal yang saya sangat senang terhadap Mantan Presiden RI yang ke depalan ini (lho koq kedelapan? Iya, kalau pak Habibi itu ketujuh. Presiden pertama kita,  pak Bung Karno, kedua Pak Harto, Ketiga Pak Harto, Keempat Pak Harto, Kelima Pak Harto, keenam Pak Harto, baru ketujuh pak Habibi, dan kedelapan Pak Gus Dur;  bener gak toh etungan ini?) adalah ndagelnya. Biarpun situasi ekonomi, sosial, dan kuktural  kita ketika itu relatif tidak membanggakan, tapi saya bangga karena paling tidak saya punya presiden yang paling lucu dan paling ndagel seluruh dunia. Mana ada presiden daari negara lain yang suka gojek dan plesetan? Emha Ainun Najib pun pernah bilang seperti ini, “ben wae ekonomi kita masih porak poranda, tapi kan presidene ndagel …”

Pernah pada suatu waktu Gus Dur akan berpidato di sebuah seminar. Komandan satuan polisi di sebuah Kabupaten pun memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memastikan apakah yang akan pidato itu Gus Dur atau bukan. Kalau yang berceramah Gus Dur, maka pantau terus apa yang dipidatokan, dan kalau sekiranya perlu, bubarkan acara itu.  Konon kabarnya anak buah polisi itu pun datang ke gedung yang akan dipakai untuk seminar, dan bertanya kepada seseorang, “siapa yang akan berceramah?” Jawab seseorang “pak Abdurrahman Wahid”, anggota kepolisian  itu pun berterimakasih, “oh ya sudah. Makasih”. Ia pun kemudian melaporkan ke komandan satuannya, bahwa situasi aman-aman saja, karena yang ceramah ternyata bukan Gus Dur, melainkan Abdurrahman Wahid.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid memang unik. Dalam situasi genting dan sangat penting pun dia masih sering meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan. Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat diinterview salah satu televisi swasta. “Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau pertahanan,” ujar Mahfud. Tak disangka tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. “Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus Dur santai. Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. “Gus Dur memang aneh. Kalau nggak aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Mahfud.

Suatu hari, saat Abdurarahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat  dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara. Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut. “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang menterinya. “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!” (sebuah kalimat iklan obat nyamuk).

Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kebajikan. Tapi Gus Dur wafat? Beliau meninggalkan (antara lain) humor dan guyonan, di samping tentu saja banyak hal untuk kepentingan Indonesia. Pemisahan POLRI dari ABRI, peluang mengembangkan kultur bagi saudara-saudara keturunan Asing, terutama China, di Indonesia, pembubaran Departemen Penerangan yang pada masanya lebih merupakan tukang bredel koran atau majalah, dan egaliterianisme –karena telah menjadi satu-satunya presiden yang berani bercelana pendek tampil di depan public di Istana Negara, adalah sedikit dari banyak jasa-jasa Gus Dur kepada Indonesia.

Selain dikenal sebagai tokoh nyeleneh dan kontroversial, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang humoris. Bagi Gus Dur, boleh dikata, tiada hari tanpa humor, ketawa dan guyonan. Ketika memangku jabatan sebagai orang nomor satu RI pun, sama sekali ia tidak berubah. Gus Dur yang mengaku masih sebagai “presiden belajaran” ini ternyata tetap setia dengan pembawaan dan kebiasaan lamanya: gemar guyon dan suka mengumbar lelucon.

Sekalipun pandangan matanya terganggu, Gus Dur tetap banyak humor.  Saat berbicara,  beliau selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa. Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia.

“Gus, kok suka humor terus sih?” tanya seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. “Di pesantren, humor itu jadi makanan sehari-hari,” jelasnya. Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,” sambungnya. “Tertawa itu bikin sehat. Maka orang yang sehat itu orang yang dapat tertawa, dan orang yang sangat sehat adalah orang yang mampu menertawakan dirinya sendiri”, begitu yang pernah diungkapkan beliau, tapi entah di mana saya lupa.

Banyak celutukan, guyonan, dan tanggapannya atas peristiwa dan masalah pelik membuat masyarakat yang keningnya berkerut, dengan refleks menarik ujung bibir dan membentuk seulas senyuman. Banyak humor-humor yang dilontarkan Gus Dur dalam berbagai kesempatan, yang bisa kita simak berikut:

Semua Presiden RI KKN

Humor Gus Dur tentang Presiden Megawati KKN menghebohkan nusantara, sejak harian Jawa Pos melalui jaringan Jawa Pos Network-nya memuat pernyataan Gus Dur di Jawa Timur bahwa semua presiden RI KKN, dari presiden pertama hingga presiden Megawati.

Bermula dari khutbah pernikahan putra Hj. Diana Susilowati yang akrab dipanggil Ning Sus, di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Pajarakan Probolingo Jawa Timur, Ahad (25/8/2002). Kendati ia berpidato di atas kwade (pentas penganten Jawa), namun belum satu menit berpidato, dia langsung membuat guyonan politik. Katanya, baik presiden yang pertama maupun yang terakhir ini semuanya KKN (tentu saja KKN dimaksudkan untuk istilah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

“Kok bisa?” tanya Gus Dur. “Ya, presiden pertama (Soekarno, red.) itu saya katakan Kanan Kiri Nona. Presiden kedua (Soeharto, red.), juga KKN, tapi yang ini Kanan Kiri Nabrak. Yang ketiga (Habibie, red.) malah lebih parah lagi, Kecil Kecil Nekad. Yang keempat anda sudah tahu semua, yakni Kanan Kiri Nuntun. Dan yang terakhir, yang satu ini (sambil tertegun beberapa saat) Kayak Kuda Nil.” Dan disambut tertawa gerr sekitar 4000-an hadirin.

Tertawa pun semakin berkepanjangan saat Wahid merinci, Kuda Nil itu memiliki ciri-ciri tertentu yakni bertubuh besar, senang berendam, kerang gerak dan jarang ngomong. “Saya kira, presiden yang sekarang ini (Megawati) ternyata KKN juga. Tetapi KKN-nya: Kayak Kuda Nil,” kata Wahid disambut tertawa dan tepuk tangan.

Orang NU Gila.

Rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU ataupun bukan. Tak jarang mereka pun datang dari luar kota.

Menggambarkan fanatisme orang NU, kata Gus Dur, menurutnya ada 3 tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.

Orang NU jenis yang kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” jelasnya.

“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh.

“Dai” kok Menangkap “Imam”

“Coba saya tanya, adakah dalil yang membolehkan seorang dai menangkap seorang imam? Tapi, ini benar-benar terjadi di Indonesia. Dai yang menangkap itu adalah Da’i Bachtiar (Kapolri saat itu) dan yang ditangkap adalah Imam Samudra,”  kata Gus Dur terkekeh.

Humor Polisi

Humor lain yang diingat banyak orang adalah kritikan dalam bentuk lelucon yang dilontarkan saat banyak pihak mempertanyakan moralitas polisi, yang masih bisa berlaku dengan saat sekarang walaupun humor ini dilontarkannya setahun silam.

“Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng (maksudnya alm. Hugeng Imam Santoso, bekas Kapolri) patung polisi dan polisi tidur,” selorohnya.

Dulu DPR seperti anak TK, sekarang seperti Playgroup

Dia juga sempat melontarkan guyonan tentang perilaku anggota DPR RI. Sempat menyebut mereka sebagai anak TK, Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah “turun pangkat” setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.

“DPR dulu TK sekarang playgroup,” kata Gus Dur di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (17/03), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang Rabu (16/03).

Nakal Dijewer

Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Komandan, “Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!! Rucah: “Langsung saya serang Pak!!! Komandan: Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?! Rucah: “Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama Pak!” Komandan: Salah! Kamu harus menjewer kupingnya supaya tidak nakal! Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?” Rucah: “Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!!”

Komandan: “???”

Mati Ngerokok

Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan. “Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan,” tutur Gus Dur. “Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus.” Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, “Yas, apa kamu enggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap satu batang rokok itu bisa memendekkan umur 30 detik?” “Lho, kamu ini gimana.  Sekarang coba kamu itung sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu.”

Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, “Ya, tapi kalau saya enggak merokok, besok saya bisa mati.”

Menghitung jumlah peserta seminar dengan Shalawat

Seperti biasa aja, Gus Dur datang ke sebuah acara seminar dengan gaya naturalnya. Dan waktu itu Gus Dur membuka acara dengan meminta para hadirin untuk membaca shalawat untuk Nabi terlebih dahulu. Begitu suasana sudah hening lagi setelah beberapa saat pada semangat baca shalawat, Gus Dur langsung membuka satu rahasia.

“Tujuan shalawat tadi, selain dapat ganjaran (pahala), juga biar saya jadi tahu berapa banyak peserta yang hadir. Habisnya saya kan nggak ngeliat. Ya udah, dengan shalawat saja,” terang Gus Dur.

Shalat di Amerika

Dalam acara Kick Andy di Metro TV, Gus Dur tampil dengan gaya ‘asal njawab’, tapi tetap saja ada sisi yang menarik dan khas dari seorang Gus Dur, terutama dalam hal cerita guyonnya.  Inilah guyonan Gus Dur:

Ada seorang wanita muslim yang baru aja pergi ke Amerika. Oleh orang sana, dia ditanya: “Mam, do you like salad?” Lalu si wanita menjawab: “Yes, five times a day”. Pengunjung pun tertawa serempak. Ketika ditanya tentang bahaya PKI, seloroh Gus Dur mengangetkan, “Kenapa takut? PKI saja takut!”.

Becak Dilarang Masuk

Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD (buku Setahun bersama Gus Dur, kenangan menjadi menteri di saat sulit) tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.

Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak.

“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.

“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak pak polisi lagi.

“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.

Radio Islami

Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah. “Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?” tanya kawannya penasaran. “Pembohong! Gombal!” ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. “Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Al-Qur’an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami.” “Sampeyan tahu ini radio Islami dari mana?” “Lha…, itu bacaannya ‘all-transistor’, pakai ’Al’.”

Gus Dur, Bill Clinton, dan Jacques Chirac

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan.

Seperti biasa… setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”

Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”

“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.

Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya

Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”

“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…

“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.

“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.

“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.

Membuat Anjing Clinton Menangis dan Stress

Suatu ketika pada waktu Gusdur menjabat sebagai Presiden RI, Beliau diundang oleh Presiden AS Bill Clinton ke White House. Di tengah-tengah pembicaraan muncullah seekor anjing peliharaan Bill Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung memperkenalkan anjingnya kepada Gusdur.

Bill : Gusdur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, dia bisa menuruti apa yang saya perintahkan.

Gusdur : Masa iya? Saya ingin tahu. Bill : Coba anda perhatikan. Sit Down! (anjing itu langsung duduk)

Bill : Stand up! (anjing itu langsung berdiri)

Bill : Walk around! (anjing itu langsung berjalan keliling-keliling)
Bill : Lihat! Hebat bukan?

Gusdur : Gitu aja kok repot. Saya yang baru ketemu saja bisa lebih baik dari itu.Bill keheranan mendengar jawaban Gusdur. Bill : Boleh Anda buktikan ucapan Anda?

Gusdur : Silahkan.

Bill : Coba Anda buat dia menangis

Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt… ssttt…. Anjing itu langsung menangis sedih. Bill terheran-heran.

Bill : Sekarang coba buat dia tertawa. bGusdur berbisik kepada anjing : Ssstt… ssttt…. Anjing itu langsung tertawa terbahak-bahak.

Bill kembali terheran-heran. Ia memikirkan cara supaya Gusdur gagal memerintah anjingnya.

Bill : Nah… sekarang coba bikin dia supaya stress berat…

Gusdur berpikir sejenak. Lalu dia berbisik kepada anjing tersebut Ssstt… ssttt…, sang anjing pun langsung loncat ke sana kemari sambil teriak histeris, naik ke atas meja, ke atas lemari sampai akhirnya dia melompat ke luar jendela dan jatuh ke tanah. Bill Clinton kembali terheran-heran dan ia akhirnya mengakui kehebatan Gusdur sambil bertepuk tangan.

Bill : Boleh saya tahu apa yang Anda bisikkan sehingga anjing saya menangis begitu sedih? Gusdur : Saya bilang, kasihan Indonesia, rakyatnya banyak yang miskin, jangankan untuk beli BBM, untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Kamu beruntung dipelihara oleh Bill Clinton, bisa makan kapan saja kamu mau. Bill : Oh… pantesan. Anda memang hebat. Lalu apa yang Anda bisikan sehingga anjing saya tertawa terbahak-bahak?

Gusdur : Saya bilang, orang Indonesia banyak yang pintar-pintar, sehat-sehat, mereka semua lebih pantas jadi presiden ketimbang saya. Tapi ternyata kok malah saya yang buta begini yang dipilih menjadi presiden. Bill : Hahahaha… Jangankan anjing, saya juga ketawa. Anda memang jenius.

Nah, lalu apa yang Anda bisikkan kepada anjing saya sehingga ia stress berat seperti itu? Gusdur : Saya bilang, wahai anjing, saya ingin ajak kamu tinggal di Indonesia.

Bill : ?????????

Siapa yang Paling Berani

Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …

Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demi “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … !

Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri)  GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)

Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah datang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?

Kopral: Hah … Anda gila,  yah! Presiden nggak punya otak, nyuruh berenang bersama hiu, kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden).

Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! … Hidup Indonesia … !!!

Kuli dan Kyai

Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab. Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin! Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?” “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”

Kaum Almarhum

Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur. “Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.

Panglima Angkatan Laut (AL)  Paraguay

Paraguay dikenal sebagai salah satu negara yang tidak mempunyai laut. Tapi anehnya, negara Amerika Latin ini punya panglima angkatan laut.

Suatu ketika, kata Gus Dur, Panglima AL Paraguay ini berkunjung ke negara Brasil. Dalam kunjungan itu ia menemui Panglima AL Brasil. Salah seorang staf AL Brasil yang ikut menemuinya bertanya seenaknya, “Negara bapak itu aneh ya. Tidak punya laut, tapi punya panglima seperti Bapak.”

Dengan kalem sang tamu pun menanggapio, “Negeri Anda ini juga aneh, ya. Hukumnya tidak berjalan, tapi merasa perlu mengangkat seorang menteri kehakiman.”

Semua Presiden Punya Penyakit Gila

Kelihaian Gus Dur dalam melakukan serangan politik sambil berkelit dengan mengundang senyum geli memang tak diragukan lagi.

Serangan atau kelitan poitik Gus Dur kerap mengundang tawa geli karena selain sangat keras juga lucu. Dia memang dikenal sebagai penyaji humor politik tingkat tinggi.

Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia punya penyakit gila.

Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.

Lembaga Intelegen

Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.

Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya. Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain. Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya. Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa pekerjaannya. Haha …

Mengelap Cangkir dengan Celana Dalam (Baru)

Ketika menjadi mahasiswa di Kairo pun Gus Dur memelonco Yuniornya, yang sekarang telah menjadi tokoh penting dari sebuah pesantren di Jawa Tengah. Ketika yunior itu bertamu pertama kali  ke tempat kos Gus Dur, mungkin semacam kulonuwun kepada senior, Gus Dur pun menyuguhi yunior itu dengan minuman. Yang heboh adalah, cangkir yang digunakan. Sebelum dituangi teh, cangkir itu dilap oleh Gus Dur dengan celana dalam, dan sengaja diperlihatkan kepada yuniornya itu. Wow … dapat dibayangkan apa yang ada di benak yunior.  “Silakan diminum”, kata Gus Dur. Yunior itu pun dengan berat mengangkat cangkir itu dan penuh ragu untuk meminumnya, ingat tadi cangkir dilap dengan apa. Setelah melihat yuniornya ragu-ragu untuk meminum minuman yang disuguhkan dengan cangkir itu, Gus Dur pun tertawa dan membocorkan rahasia bahwa celana dalam yang dipakai untuk melap cangkir itu baru, belum pernah dipakai.  Begitulah pelonco model Gus Dur.

Itulah antara lain!

2 thoughts on “Gojekan Gus Dur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s