Perilaku Agresif, Submisif, dan Asertif dalam Komunikasi


Sebagai suatu proses penyampaian pesan, informasi atau ide-ide dari seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lain, komunikasi memerlukan teknik-teknik atau cara-cara sehingga pesan, informasi, atau ide-ide  yang hendak disampaikan tersebut dapat difahami atau diterima oleh pihak lain. Difahami atau diterimanya pesan, informasi, atau ide-ide tersebut merupakan keberhasilan dari sebuah proses komunikasi.

Dalam berkomunikasi ada beberapa pengelompokan perilaku yang biasa ditunjukkan oleh seseorang.  Di antaranya pengelompokan berdasarkan bagaimana seseorang dapat mengungkapkan kebutuhan dirinya sendiri dalam konteks hubungannya dengan kebutuhan orang lain, adalah perilaku agresif, submisif, dan asertif.

Bagaimana mengidentifikasinya?

Perilaku agresif

Ciri:

  • Jujur, terbuka namun cara mengungkapkan perasaan tidak tepat,
  • cenderung memaksakan kehendak,
  • diliputi rasa marah, menyalahkan,
  • ingin menjatuhkan orang lain,
  • menimbulkan ketegangan, rasa sakit, cemas, salah.

Agresif perilaku yang:

  • Mengutamakan kebutuhan, perasaan diri sendiri
  • Mengabaikan hak dan perasaan orang lain
  • Menggunakan segala cara, verbal dan non verbal, misal:  sinisme, kekerasan

Isi pikiran yang:

  • Hanya perduli dengan tercapainya tujuan diri
  • Disertai tanda verbal seperti: suara keras, nada kasar, mata melotot, jari tegang

Contoh seseorang dengan perilaku agresif dalam mengeluarkan pendapat:

  • Kerjakan saja sendiri!
  • Bodoh!
  • Pasti kamu tidak percaya!

Perilaku submisif

Ciri:

  • Menghindari konflik,
  • mengalahkan kebutuhan diri,
  • terhambat dl mengungkapkan diri,
  • dikuasai rasa takut, bersalah, tertekan,
  • cenderung bereaksi dibelakang

Submisif perilaku yang:

  • Menyerah pada permintaan orang lain
  • Menomor duakan kebutuhan , perasaan diri pribadi
  • Menganggap diri lebih rendah dari orang lain

Isi pikiran:

  • Menghindari menyakiti atau membuat marah orang lain
  • Berusaha memperoleh persetujuan orang lain

Tanda non verbal:

  • Ragu ragu, suara pelan
  • Kontak mata sedikit
  • Gerakan ‘nervous’
  • Tangan mencari pegangan
  • Bahu turun, lengan melintang untuk melindungi diri

Contoh seseorang dengan perilaku submisif dalam mengeluarkan pendapat Contoh:

  • ‘Ini hanya pendapat saya, tapi…’
  • ‘Maaf mengganggu waktu anda, tapi…’
  • ‘Bila anda berpendapat demikian, kita akan…’

Perilaku asertif

Ciri:

  • Berani mengungkapkan pikiran, perasaan, kebutuhan, hak pribadi, dengan
  • memperhatikan pikiran, perasaan orang lain

Asertif perilaku yang:

  • Memperhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri, namun juga
  • Menghargai hak orang lain

Isi pikirannya:

  • Percaya, menghormati diri dan orang lain
  • menekankan penyelesaian masalah secara efektif

Tanda non verbal:

  • Suara sedang, namun tegas
  • menatap langsung,
  • tidak mendominir ekspresi wajah dan postur relax

Contoh seseorang dengan perilaku asertive dalam mengeluarkan pendapat:

  • ‘Saya berpendapat … bagaimana pendapat anda?
  • ‘Masalah ini akan saya hadapi dengan cara ini. Bagaimana efeknya terhadap anda?’

Sumber: http://indosdm.com/perilaku-agresif-submisif-dan-asertif-dalam-komunikasi

2 thoughts on “Perilaku Agresif, Submisif, dan Asertif dalam Komunikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s