Nilai, Norma, dan Sanksi


28330_1466537586607_1328553993_31252599_4765338_nApabila kita hendak mempelajari kebudayaan suatu masyarakat, pada dasarnya kita mempelajari nilai (value) yang dianut oleh sebagian besar warga masyarakat tersebut. Nilai merupakan ide atau gagasan mengenai kehidupan yang dikehendaki. Jika kita mengungkapkan nilai yang dianut oleh seseorang, maka kita    sama saja dengan mengungkapkan anggapan tentang apa yang baik dan apa yang buruk, yang pantas dan tidak pantas, yang mulia atau yang hina, menurut orang tersebut. Nilai akan menjadi preferensi dan menjadi pedoman atau panduan bagi para penganutnya dalam melakukan pilihan-pilihan, dan mengindikasikan apa yang dianggap berharga bagi orang tersebut.

Setiap kelompok atau masyarakat mengembangkan harapan mengenai cara-cara yang benar untuk merefleksikan nilai-nilainya. Para sosiolog menggunakan norma (norm) untuk menggambarkan harapan-harapan tersebut, atau aturan perilaku, yang berkembang dari nilai-nilai suatu kelompok/masyarakat.  Continue reading

Penyerderhanaan Masalah Dalam Konflik Horizontal


Ada artikel bagus yang saya temukan pagi hari ini di Koran Tempo. Artikel yang ditulis oleh Suhardi Alius, Kepala Divisi Humas POLRI ini kiranya akan dapat lebih menjelaskan tentang permasalahan yang muncul atau menjadi sumber dari konflik sosial horizontal, sebagaimana telah mulai dipelajari oleh anak-anak SMA pada kelas XI IPS.

“Konflik adalah fenomena sosial yang selalu ditemukan di dalam setiap masyarakat”, demikian Suhardi Alius memulai artikelnya. Konflik tidak pernah bisa dihilangkan karena setiap hubungan sosial mempunyai potensi menghasilkan konflik. Semakin demokratis sebuah negara, semakin besar kemungkinan terjadinya konflik di dalam masyarakat, karena gesekan-gesekan antar-kelompok di dalam masyarakat semakin intens. Continue reading

Ringkasan Materi Kelas XII: Modernisasi, Urbanisasi, Modernisasi dan Pembangunan


Pengertian Modernisasi

Modernisasi dapat diartikan sebagai proses perubahan dari corak kehidupan masyarakat yang “tradisional” menjadi “modern”, terutama berkaitan dengan teknologi dan organisasi sosial. Teori modernisasi dibangun di atas asumsi dan konsep-konsep evolusi bahwa perubahan sosial merupakan gerakan searah (linier), progresif dan berlangsung perlahan-lahan, yang membawa masyarakat dari tahapan yang primitif kepada keadaan yang lebih maju. Continue reading

Pembelajaran Sosiologi dan Multikulturalisme


Salah satu hidden kurikulum pembelajaran sosiologi adalah pemahaman para siswa mengenai keadaan riel masyarakat kita yang bersifat multikultural. Secara spesifik, materi tentang multikulturalisme diajarkan di SMA Kelas XI Program IPS, walaupun secara kontekstual telah dibelajarkan sejak SD dan SMP melalui pembelajaran IPS. Masalahnya adalah, walaupun hal tersebut telah dibelajarkan kepada murid-murid sejak SD sampai dengan SMA, tetapi penghayatan tentang multikulturalisme oleh masyarakat masih merupakan masalah. Hubungan di antara kelompok-kelompok etnis, sosial, politik, maupun kebudayaan dalam masyarakat kita masih sering diwarnai dengan persoalan stereotype, ethnosentrisme, dan bahkan primordialisme.  Dalam masyarakat masih dapat disaksikan adanya orang-orang dari suatu kelompok etnik, sosial, politik, agama, dan lain-lain yang masih enggan berinteraksi dengan orang-orang dari kelompok lain, bahkan berpandangan bahwa eksistensi kelompok lain merupakan suatu gangguan, sehingga ketiadaan kelompok lain merupakan harapan. Demikian juga konflik-konflik yang dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan-kepentingan politik, agama, ataupun aliran. Continue reading

Struktur Majemuk Masyarakat Indonesia


Tulisan ini utamanya disarikan dari sebuah buku yang ditulis oleh Dr.  Nasikun -Fisipol Universitas Gadjah Mada, diterbitkan oleh Grafiti Pers, pada tahun 1984 (cetakan pertama). Sudah cukup lama memang, tetapi karena keadaan struktur sosial masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk ini telah sedemikian rupa keadaaannya, maka ketika buku ini dibaca pada tahun 2011, permasalahan-permasalahan yang diungkapkan pada buku ini pun –rasanya– masih relevan. Bahan lain yang melengkapi tulisan ini adalah tulisan Dr. Nasikun di sebuah seminar di Surabaya Tahun 1990.   Continue reading

Dimensi Gerakan Sosial, Perilaku, dan Perilaku Kolektif Dalam Hubungan Antar-Kelompok


Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya, yaitu Perkembangan dan Dinamika Hubungan Antar-Kelompok, yang merupakan bahan ajar kelas XI IPS. Saya merasa perlu segera menuliskan bahan ajar yang dibelajarkan pada Kamis, 10 Maret 2011 yang tidak optimal karena tiba-tiba listrik padam, karena ini merupakan bagian akhir dari bahan ajar yang akan diulangantengahsemesterkan mulai 22 Maret 2011. Continue reading

Berbagai Kelompok Dalam Masyarakat Multikultural


Pendahuluan

Kelompok merupakan inti dari kehidupan dalam masyarakat (Henslin, 2006, halaman 120).  Hampir setiap aktivitas individu anggota masyarakat dilakukan dalam kelompok. Bahkan, bagi banyak orang, terputusnya hubungan dengan seluruh jaringan kelompok secara total bermakna sama dengan sebuah hukuman mati.  Kita menjadi “diri kita” melalui keanggotaan kita dalam kelompok.  Cara berfikir, cara berperasaan, dan cara bertindak yang akhirnya menjadi identitas kepribadian kita, dibentuk melalui kelompok, atau tepatnya berbagai kelompok di mana kita menjadi anggotanya, atau kelompok yang kita jadikan rujukan. Continue reading

Bahan Ajar Kelas XII IPS Semester 2 2010-2011


Kepada anak2 kelas XII IPS 2010-2011, disampaikan bahwa di semester 2 ini kita masih harus menyelesaikan satu standar kompetensi (SK) tentang penelitian sosial sederhana. Diharapkan bahan ajar untuk mencapai kompetensi ini selesai dalam dua atau tiga minggu proses pembelajaran. Materi pokok untuk mencapai SK dimaksud dapat diunduh melalui link di bawah ini.

Setelah pembelajaran terkait dengan SK ini, kita akan melakukan telaah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Ujian Nasional Sosiologi, yang bahannya dapat juga diunduh melalui link di bawah ini. Continue reading